Terkini.id, Jeneponto – Komisi III DPRD Jeneponto meninjau proyek rehabilitasi Bendungan Kelara Kareloe di Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Jumat, 14 Agustus 2020.
Kunjungan kerja itu dipimpin langsung oleh Koordinator Komisi III, Imam Taufiq Bohari bersama ketua dan anggota Komisi III.
“Hari ini kami dari Komisi III DPRD Kabupaten Jeneponto melakukan kunjungan kerja dalam rangka peninjauan proyek rehabilitasi bendungan Kelara Kareloe,” kata Imam Taufiq Bohari.
Kunjungan kerja itu dilakukan Komisi III DPRD Jeneponto dalam menindaklanjuti informasi dari masyarakat terkait proyek tersebut.
“Ini kami lakukan karena adanya informasi dari masyarakat agar Komisi III untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek rehabilitasi. Dan hari ini kami langsung di pusat bendungan, dimana di bagian sisi kiri dari bendungan itu memang sudah mengalami kerusakan yang cukup parah, namun sementara dikerjakan,” jelas Imam Taufiq Bohari.
- Empat Negara Melaju ke Semifinal Piala Dunia 2026, Berikut Jadwal dan Rekor Head to Head
- Pemkab Gowa Berangkatkan 90 Siswa ke Sekolah Rakyat, Wujudkan Akses Pendidikan Berkualitas
- Galesong eMotor Pratama Perkenalkan QT Series dan Tyranno X untuk Masyarakat Makassar
- Makassar Jadi Tuan Rumah Local Fest 2026, Targetkan 15 Ribu Pengunjung dan Dongkrak Ekonomi Kreatif
- Perkuat Sinergi Cegah Narkoba, Ketua DPRD Sulsel Terima Kunjungan Kepala BNNP Sulsel
Untuk memastikan bendungan itu bebas dari sedimen, Komisi III DPRD Jeneponto melakukan pemantauan di beberapa rus Bendungan Kelara Kareloe.
“Kami melakukan kunjungan di beberapa ruas termasuk di ruas 3 yang ada di dekat pasar Tolo dan ruas 4 yang ada di wilayah Desa Paitana, di rus-ruas itu sementara berlangsung pengerukan,” ujarnya.
Wakil Ketua II DPRD Jeneponto ini berharap proyek tersebut dilaksanakan secara maksimal sehingga masyarakat dapat menikmatinya.
“Walaupun semua saluran irigasi mulai dari hulu itu dikeruk atau diperbaiki tetapi kalau timbunan sedimen yang ada di dalam terowongan itu tidak dibersihkan secara maksimal, maka praktis aliran air untuk sampai ke hilir itu tidak akan maksimal,” terangnya.
Dia menambahkan, DPRD Jeneponto akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek rehabilitasi tersebut.
“Insya Allah kami akan berkoordinasi terus dengan seluruh stakeholder termasuk dengan pihak kontraktor maupun Balai Besar Pompengan, sehingga proyek rehabilitasi bendung tersebut terlaksana dengan baik sehingga bendungan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutup Imam Taufiq.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
