Terkini.id, Jakarta – Baru baru ini, publik dihebohkan dengan Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk Silmy Karim diusir oleh Komisi VII DPR RI saat rapat dengar pendapat (RDP).
Hal itu diketahui lantaran Silmy dinilai tidak menghargai Wakil Ketua Komisi VII Bambang Haryadi yang saat itu menjadi pimpinan sidang.
“Hormati persidangan ini, ada teknis persidangan, kok kayaknya anda enggak pernah menghargai komisi, Kalau sekiranya anda enggak bisa ngomong di sini, anda keluar” tuturnya tegas.
Silmy Karim dalam perdebetan pun memberikan respons.
“Baik, kalau memang harus keluar kita keluar,” tutur Silmy.
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Sinergi Tinjau Layanan Lapangan dan Hadiri Kunker Komisi XII DPR RI di Kendari
- SP PLN Apresiasi Komisi VII DPR RI Terkait Pembatalan RUU EBET
- Pakai Uang Negara, Pertamina Harus Tindak Tegas SPBE yang Curangi Pengisian LPG 3 Kg
- Presiden Jokowi Larang Ekspor Minyak Goreng, Mulyanto: Jangan Dibuat Untuk Redakan Kegaduhan Masyarakat!
- Terlihat Arogan! Banyak Tamu Diusir Saat Rapat, Pakar UGM Sebut DPR Perlu Benahi Sistem
Sebelumnya, awal kejadian ini bermula saat Bambang berkomentar atas paparan yang disampaikan Silmy mengenai proyek blast furnace atau pembangunan pabrik baja sistem tanur tinggi.
Bambang mengaku bingung lantaran pabrik untuk blast furnace dihentikan tetapi di sisi lain ada keinginan untuk memperkuat produksi dalam negeri.
“Yang saya unik ini, bagaimana pabrik untuk blast furnace ini dihentikan tapi satu sisi ingin memperkuat produksi dalam negeri, ini jangan maling teriak maling begitu lho, jangan kita ikut bermain pura-puran enggak ikut bermain,” kata Bambang. Dikutip dari Kompascom. Senin, 14 Februari 2022.
Lanjut “Maksudnya maling bagaimana, Pak?” kata Silmy menyela pernyataan Bambang.
Bambang pun menjelaskan apa yang ia maksud, yakni bahwa di satu sisi ada semangat untuk memperkuat industri, tetapi di satu sisi industri tersebut malah dihentikan.
Bambang lalu menyinggung sebuah kasus yang bergulir di Polda Metro Jaya yang melibatkan salah satu anggota Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA), organisasi yang dipimpin Silmy.
“Di sini saya sebagai Dirut Krakatau Steel, bukan ketua IISIA,” jawab Silmy lagi memotong perkataan Bambang.
Pada saat itulah Bambang menegur Silmy dengan nada tinggi agar Silmy menaati aturan persidangan, bahkan meminta Silmy untuk keluar jika tidak bisa mengikuti aturan itu.
“Untuk menjaga marwakita punya sidang ini, kalau beliau sudah nantangin begitu ya keluar saja,” ujar salah satu anggota Komisi VII.
“Sudah pimpinan, saya pikir dihentikan saja, ini sudah menantang ruang ini, ruangan ini yang ditantang sama dia,” kata anggota lain.
Mendengar itu, Silmy sempat berupaya meminta maaf dan menjelaskan bahwa ia tidak bermaksud menantang Komisi VII DPR, tetapi para anggota dewan tetap memintanya untuk keluar.
“Anda sudah menjawab bahwa Anda ingin keluar, silakan keluar,” kata Bambang dengan nada tegas.
Adapun rapat ini sediannya beragendakan pembahasan mengenai perkembangan smelter di Kalimantan Selatan, blast furnace yang mangkrak, serta meminta penjelasan mengenai impor baja.
Setelah debat mengenai pengusiran Silmy berakhir, rapat dilanjutkan dengan presentasi oleh Dirjen ILMATE Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
