Petugas pelayanan yang kompeten juga akan berkontribusi positif terhadap peningkatan kinerja ekspor komoditi perikanan.
“Pada tahun 2020, Balai Besar KIPM Makassar mencatatkan volume ekspor komoditi perikanan sebesar 158 ribu ton dengan nilai komoditi sebesar Rp5,47 Triliun. Pada periode tahun 2021,”imbuhnya.
Disebutkan juga bahwa pada Januari hingga Oktober 2021, volume ekspor komoditi perikanan Sulawesi Selatan telah mencapai 150 ribu ton.
“Diharapkan dengan pelayanan publik yang prima akan peningkatan ekspor komoditi perikanan di Sulawesi Selatan,”bebernya.
Sementara itu, Kepala Pusat Standarisasi Sistem dan Kepatuhan, Teguh Samudro mengatakan adapun sikap yang harus dimiliki SDM pelayanan adalah bersikap adil, santun dan ramah, tidak diskriminatif,
tegas, Profesional, tidak mempersulit, tidak menyalahgunakan wewenang serta tidak menyimpan dari prosedur yang ada.
“Jadi reformasi di KKP terus mengalami pengembang salah satunya peningkatan kualitas pelayanan publik,”ujarnya.
Terakhir, coaching clinic ini dihadiri oleh Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Selatan, dan diikuti oleh peserta dari instansi terkait seperti Dinas Perdagangan Sulsel, Balai Besar Karantina Pertanian Makassar.
Kemudian ada Kantor Otoritas Bandara Sultan Hasanuddin, Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Makassar, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Makassar, PT. Angkasa Pura I Cabang Bandara Sultan Hasanuddin, Terminal Peti Kemas Pelabuhan Makassar, Kantor PTSP Sulsel, dan Unit Pelaksana Teknis BKIPM di seluruh Indonesia baik yang hadir secara langsung maupun secara virtual.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
