Terkini.id, Makassar – Kontroversi mewarnai pelantikan Rusmayani Madjid sebagai Direktur Utama (Dirut) RSUD Daya Kota Makassar, yang mencuatkan perdebatan terkait latar belakang non-medisnya.
Meski bukan tenaga medis, Ari Ashari Ilham, Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Makassar, memberikan klarifikasi bahwa peran utama Rusmayani adalah mengurus manajemen rumah sakit, bukan aspek medis.
Ari Ashari menekankan bahwa tidak semua direktur rumah sakit harus memiliki latar belakang pendidikan medis. Banyak pejabat rumah sakit yang sukses berasal dari bidang manajemen, mempertegas bahwa yang dicari dalam jabatan tersebut adalah kemampuan dalam menjalankan tugas manajerial.
“Saya rasa masih banyak dokter-dokter di sana. Bisa diangkat karena mereka punya dasar kompetensi,” kata Ari Ashari, menanggapi kekhawatiran terkait keputusan tersebut.
Meski Undang-Undang Rumah Sakit mengamanatkan bahwa Kepala Rumah Sakit haruslah tenaga medis, Ari berpendapat bahwa dalam konteks manajemen, kualifikasi tersebut bisa dinilai berbeda.
- Reses Ketiga, Anggota DPRD Makassar Fasruddin Rusli Serap Aspirasi Warga Kecamatan Makassar
- Soroti Maraknya Kasus Begal, Wakil Ketua DPRD Makassar Eric Horas Desak Pemkot Beri Solusi Kongkrit
- Serap Aspirasi Warga Biringkanaya, Anggota DPRD Makassar Odhika Cakra Fokus Kawal Perbaikan Jalan
- Anggota DPRD Makassar Andi Odhika Cakra Serap Aspirasi Warga di Kecamatan Tamalanrea dan Biringkanaya
- Reses Kedua, Anggota DPRD Makassar William Serap Aspirasi Warga Kecamatan Tallo
Pandangan berbeda datang dari Bastian Lubis, Pengamat Pemerintahan dan Tata Kelola Keuangan Negara, yang menilai bahwa jabatan direktur rumah sakit, terutama RSUD Daya yang merupakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), seharusnya diisi oleh dokter yang memiliki pemahaman operasional di bidang medis.
Bastian Lubis mempertanyakan ketersediaan dokter di Makassar yang dapat dipercaya untuk jabatan tersebut.
“Saya rasa masih banyak dokter-dokter di sana. Bisa diangkat karena mereka punya dasar kompetensi,” ungkapnya.
Ia juga mengkritik keputusan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, dan mendesak untuk segera melakukan pergantian posisi.
Namun, Wali Kota Makassar tetap mempertahankan keputusannya, meyakini bahwa Rusmayani memiliki kemampuan manajerial yang cukup untuk memimpin RSUD Daya. Meskipun beberapa pihak menginginkan pergantian, pendukung pelantikan tersebut percaya bahwa fokus pada manajemen rumah sakit lebih relevan daripada latar belakang pendidikan medis.
Kontroversi ini menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana kualifikasi medis harus menjadi kriteria utama dalam penunjukan Direktur Rumah Sakit.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
