KPK Klarifikasi Pihak Pembangunan Toilet Rp 196 Juta di Bekasi: Belum Pro Justicia

KPK Klarifikasi Pihak Pembangunan Toilet Rp 196 Juta di Bekasi: Belum Pro Justicia

SW
St. Wahidayani
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, JakartaKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini telah mengambil keterangan klarifikasi terkait dugaan korupsi pembangunan toilet sejumlah sekolah yang menelan biaya hingga Rp 196 juta untuk 1 toilet di kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan bahwa pihak KPK memang sudah menerbitkan surat penyelidikan terkait perkara tersebut.

“Sejauh ini masih penyelidikan. Kita mengundang para pihak yang diduga mengetahui itu untuk dimintai keterangan, diklarifikasi jadi belum yang pro justicia ya,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.

Ia juga menyebut KPK sampai saat ini belum ada upaya paksa, karena masih dalam tahap penyelidikan.

“Betul itu ada laporan masyarakat seperti yang disampaikan ke kami dan kami sudah menerbitkan surat penyelidikan untuk dilakukan verifikasi, klarifikasi terhadap para pihak yang diduga mengetahui. Jadi, belum ada upaya paksa yang kami lakukan,” katanya.

Baca Juga

Lanjut “Kami di pimpinan itu sepanjang belum ada bukti yang cukup kuat, kan belum diekspos. Nantinya ketika di internal kedeputian penindakan itu sudah cukup alat bukti dan diekspose di internal dulu yang menyangkut penyelidik, penyidik, penuntut, dan ditetapkan cukup alat bukti,” katanya.

Lebih lanjut, Alex mengatakan KPK akan segera mengekspos tersangka dalam perkara toilet Rp 196 juta ini jika sudah memilki alat bukti yang cukup.

“Baru nanti dipresentasi ke pimpinan untuk memaparkan temuan-temuan apa yang bisa menjadi dasar untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka,” tambahnya. Dikutip dari Detikcom. Selasa, 26 Oktober 2021.

Sebelumnya, KPK telah mendapat laporan masyarakat terkait dugaan korupsi pembangunan toilet sejumlah sekolah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang menelan biaya hingga Rp 196 juta untuk 1 toilet. Terhadap laporan tersebut, KPK melakukan penelaahan lebih dahulu.

“Berikutnya terhadap setiap laporan masyarakat, tentu KPK akan melakukan langkah-langkah analisa lebih lanjut dengan lebih dahulu melakukan verifikasi mendalam terhadap data yang diterima,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

“Selanjutnya akan dilakukan telaah dan kajian terhadap informasi dan data tersebut,” tambah Ali.

Ali menyatakan, terkait laporan masyarakat tersebut, KPK telah melakukan verifikasi dan telaah. Namun Ali masih enggan membeberkan terkait materi laporan tersebut.

“Apabila dari hasil telaah dan kajian memang ditemukan adanya indikasi peristiwa pidana maka tidak menutup kemungkinan KPK tentu akan melakukan langkah-langkah berikutnya sebagaimana hukum yang berlaku,” katanya.

Seperti diketahui, pembangunan toilet sejumlah sekolah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, viral karena menelan biaya hingga Rp 196 juta untuk 1 toilet. Total akan dibangun 488 toilet dengan anggaran total Rp 96,8 miliar.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.