Terkini.id, Jakarta – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Gufron mengungkapkan bahwa upaya pemberantasan korupsi memakan waktu yang sangat lama.
Tak hanya itu, ia juga menilai metode penangkapan tak cukup untuk memberantas korupsi.
Walau sudah banyak koruptor yang ditangkap oleh KPK, perilaku korupsi masih saja berlangsung karena perbuatan Ini, menurut Gufron sudah mendarah daging.
Hal itu ia sampaikan pada rapat koordinasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Pimpinan KPK di Kantor Gubernur Sumbar, Kamis, 18 Maret 2021.
Dalam rapat tersebut, Gufron mengatakan bahwa ‘pabrik’ korupsi terus berjalan.
- Rakor ATR/BPN dan KPK, Pemkot Makassar Perkuat Tata Kelola Aset
- KPK Dalami Dugaan Aliran Dana Kuota Haji ke Pansus DPR
- Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Biro Travel Haji di Sejumlah Daerah
- Wali Kota Makassar Tekankan Penguatan Integritas Pimpinan SKPD Jelang Pelaksanaan Program Strategis 2026
- Wali Kota Makassar Suarakan Pencegahan Korupsi Sejak Dini dalam Rakor se-Sulsel
Hal ini mengakibatkan menangkap koruptor takkan selesai bahkan, 20 tahun saja menurutnya tak cukup.
“Nangkap koruptor saja, pekerjaan KPK tidak akan selesai. Karena ‘pabrik’ korupsi itu terus berjalan. Nangkapin satu-satu 20 tahun tidak akan selesai,” kata Gufron, dikutip dari Republika.
Menurutnya, penangkapan hanya salah satu cara dan program yang dilakukan KPK dalam pemberantasan korupsi.
Adapun cara dalam mengatasi perilaku korup, kata Gufron, hal itu bisa dicegah dengan menumbuhkan kesadaran dari masyarakat dan penyelenggara negara untuk tidak menyalahgunakan wewenang untuk perbuatan merugikan negara.
Tak hanya itu, menurutnya, musuh pejabat negara termasuk kepala daerah adalah diri sendiri dan orang-orang terdekat.
Selama ini Gufron mengatakan perbuatan korupsi karena adanya godaan dari dalam diri dan orang-orang terdekat.
Kemudian seseorang tergoda untuk menggunakan wewenang dan kekuasaan demi meraup keuntungan pribadi.
“Musuh kepala daerah itu bukan KPK. Tapi diri mereka sendiri. Dan orang-orang sekitar yang mendompleng memanfaatkan wewenang kepala daerah,” ucap Gufron.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
