KPU Makassar Sibuk Urus Surat Suara yang Rusak, Jumlahnya Belum Diketahui

Ilustrasi surat suara

Terkini.id, Makassar – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar, Farid Wajdi mengatakan, saat ini pihaknya masih terus menyortir surat suara yang cacat atau rusak.

Mengenai jumlah surat suara yang rusak Farid belum mengetahuinya secara pasti.

“Sementara kami melakukan pelipatan surat suara untuk item DPR RI. Tentang surat suara rusak, saat ini kami masih terus merekap karena akan ada kemungkinan terus bertambah data yang rusak.

Sehingga di akhir rekap bisa kita tahu data yang fix,” terang dia.

Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 tinggal 39 hari lagi. Persiapan demi persiapan terus dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat hingga KPU kabupaten kota.

Diketahui, dalam Pemilu 2019 ini, rakyat Indonesia akan mencoblos lima surat suara yakni, surat suara untuk DPR RI, surat suara untuk DPRD tingkat provinsi, surat suara untuk tingkat DPRD Kabupaten kota, surat suara untuk tingkat DPD dan surat suara untuk Calon Presiden dan Wakil Presiden.

KPU pusat jauh hari telah menargetkan surat suara dapat terdistribusi dengan tepat waktu sebelum hari pencoblosan.

Namun, KPU Makassar sampai saat ini belum menerima surat suara Pilpres. Saat ini baru surat suara untuk tingkat DPR RI yang diterima.

“Yang baru tiba DPR RI, yang lainnya kami masih menunggu konfirmasi pengiriman. Kami terima tanggal 6 Maret kemarin,” tambah dia.

Senada dengan KPU Makassar, Ketua KPU Gowa, Muchtar Muis mengatakan, pihaknya baru menerima surat suara untuk tingkat DPR RI.

Sementara surat suara untuk tingkat DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten Kota, DPD dan surat suara Pilpres belum tiba.

“Kalau surat suara DPR RI kami terima sejak tanggal 2 Maret kemarin, sementara info dari percetakan di kudus, surat suara Pilpres tanggal 5 Maret tiba di Gowa, tapi nyatanya sejauh ini belum tiba,” kata Muchtar saat dikonfirmasi, Sabtu 9 Maret 2019.

Muchtar menjelaskan, untuk pelipatan surat suara DPR RI hingga kemarin malam sudah rampung 99 persen. Pelipatan surat suara dilakukan sejak tanggal 5 Maret lalu.

“Sisa 7 dos yang belum terlipat,” ungkap Muchtar.

Berita Terkait
Komentar
Terkini