Kritik Amien Rais Soal ‘Presiden 3 Periode’, Ferdinand: Jangan Melecehkan Diri Sendiri

Kritik Amien Rais Soal ‘Presiden 3 Periode’, Ferdinand: Jangan Melecehkan Diri Sendiri

R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Kemarin, Sabtu, 14 Maret 2021, Amien Rais menjadi pembicaraan ketika menyatakan kecurigaanya bahwa rezim sekarang sedang menyusun rencana untuk meloloskan peraturan agar Presiden Jokowi dapat melanjutkan kepemimpinan sampai periode ke tiga.

Hal tersebut, Amien ungkapkan dalam video berjudul “It’s Now or Never” di akun YouTube  Amien Rais Official.

“Akankah kita biarkan, plotting rezim sekarang ini akan memaksa masuknya pasal supaya bisa dipilih ketiga kalinya?” kata Amien.

Ferdinand Hutahaean adalah satu politikus yang mengkritik Amien Rais terkait pernyataannya tersebut.

Menurut Ferdinand, Amien telah melecehkan dirinya sendiri dengan pernyataannya, terlebih di umurnya yang sudah tua.

Baca Juga

“Makin tua makin ngga berkualitas, makin tak bermutu pernyataannya. Kasihan pak, jangan melecehkan diri sendiri. Lebih baik momong cucu lebih terhormat,” tulisnya di twitter @FerdinandHaean3, pada Minggu, 14 Februari 2021.

Dalam video yang diunggah Amien, ia juga menyampaikan kekhawatirannya bahwa demokrasi di Indonesia telah memburuk.

“Rezim itu sesungguhnya sedang mengarah kepada penguburan demokrasi kita,” kata Amien.

Hal yang ia maksud dengan penguburan demokrasi ini salah satunya ialah terkait kehadiran mafia dan cukong.

“Kehidupan bangsa sudah dicengkeram oleh mafioso-mafioso itu. Ada mafia beras, mafia daging, mafia gula, mafia pupuk, mafia terigu, mafia cabe, mafia bawang, mafia minyak, mafia obat-obatan, mafia pajak. Bahkan yang paling berat adalah mafia hukum,” ungkap Amien.

Lebjh lanjut, Amien mengutip pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang pernah disampaikan pada 11 September 2020.

“Di mana-mana, calon-calon itu 92 persen dibiayai oleh cukong dan sesudah terpilih, itu melahirkan korupsi kebijakan,” kata Amien membacakan perkataan Mahfud.

Selain itu, Amien juga menyoroti penyelenggaraan pemilu serentak.

“Jangan sampai terjadi yang direncanakan bahwa Pileg tingkat II, Pileg tingkat I sampai Pileg Nasional, ditambah Pilpres, ditambah Pilkada sekian ratus kabupaten dan kota disatukan dalam tempo yang sama. Itu adalah bunuh diri demokrasi,” ujar Amien.

Dengan penilaiannya terkait kondisi negara dan demokrasi, Amien pun mengajak masyarakat untuk mendesak pemerintah agar hal itu tak terjadi.

“Ini luar biasa. Jadi sekarang ini kita semua sudah sampai pada tahapan Its now or never. Tomorrow will be too late (Sekarang atau tidak sama sekali. Besok sudah akan terlambat),” tegas Amien.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.