Temuan Baru! Kuku Brigadir J Dicabut, Warganet: Pelakunya Abnormal Makanya Biadab

Temuan Baru! Kuku Brigadir J Dicabut, Warganet: Pelakunya Abnormal Makanya Biadab

R
Ainur Roofiqi
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta- Kuasa hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengungkap kuku Brigadir J telah dicabut. 

Pengungkapan kuku Brigadir J dicabut disampaikan Kamaruddin usai menghadiri gelar perkara dengan Polri terkait laporannya soal dugaan pembunuhan berencana. 

Temuan baru ini sontak menjadi sorotan publik dan bahkan warganet di media sosial yang mengikuti kasus Brigadir J

Salah seorang warganet bernama akun MrsRachelln turut berkomentar melalui akun Twitternya yang diunggah pada Kamis 21 Juli 2022. 

Warganet tersebut geram hingga melontarkan komentar pedas dengan menyebut si pelaku sebagai orang abnormal. 

Baca Juga

Bahkan, saking geramnya warganet tersebut melontarkan umpatan kepada si pelaku yang sampai saat ini belum ditetapkan.

“Nungkin pelakunya abnormal, makanya Biadab!” tulis warganet. 

Menurut warganet tersebut, tindakan mencabut kuku Brigadir J merupakan tindakan yang terlalu kejam dilakukan orang normal.

“Baginya, tindakan itu disebut terlalu kejam untuk dilakukan oleh orang yang normal,” ujarnya.

Temuan Baru! Kuku Brigadir J Dicabut, Warganet: Pelakunya Abnormal Makanya Biadab
(Twitter/MrsRachelln)

Sementara itu, Kamaruddin Simanjuntak menduga pencabutan kuku Brigadir J saat masih hidup. 

Sehingga Kamaruddin menduga sempat terjadi penyiksaan, sebagaimana dikutip dari Detik. 

“Kemudian kukunya dicabut, nah kita perkirakan dia masih hidup waktu dicabut jadi ada penyiksaan,” kata kuasa hukum keluar Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak di Gedung Bareskrim Polri, Kamis 21 Juli 2022.

Tak hanya itu, Kamaruddin juga menyebut adanya luka bolong di bagian tangan. Menurut pihaknya, luka ini bukan diakibatkan oleh senjata.

“Kemudian di tangan ada semacam bolong, menurut teman-teman itu diperkirakan bukan akibat senjata tapi entah apalah penyebabnya tapi ada bolongan, kemudian sampai jarinya patah semua ini sehingga tidak lagi kenapa tidak copot hanya karena kulitnya aja dia sudah remuk hancur,” katanya.

Selanjutnya, Kamaruddin menyayangkan tindakan terhadap Brigadir Yoshua tersebut. Baginya, tindakan itu disebut terlalu kejam untuk dilakukan oleh orang yang normal.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.