Kunjungan ke Tana Toraja, Berikut Harapan Pansus WBTB DPRD Sulsel

Anggota Pansus WBTB, Hj. Meity Rahmatia, S.Pd, S. E (Fraksi Partai PKS) memberikan pandangannya terkait WBTB

Terkini.id, Tana Toraja – Rombongan Pansus WBTB DPRD Sulawesi Selatan Diterima oleh Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae bersama sejumlah Kepala OPD di rumah Jabatan Bupati Tana Toraja, Kamis 19 Desember 2019.

Berbagai pembahasan dalam kunjungan tersebut salah satunya terkait Ranperda tentang pelestarian Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) DPRD Propinsi Sulawesi Selatan.

Terdapat enam anggota Pansus WBTB yang bertolak ke Tana Toraja, masing-masing Sarwindye T. Biringkanae, SIP, (Fraksi Partai Nasdem, Ketua Rombongan sekaligus Wakil Ketua Pansus), Hj. Meity Rahmatia, S.Pd, S. E (Fraksi Partai PKS), Jhon Rende Mangontan, ST (Fraksi Partai Golkar), Andi Putra Batara Lantara (Fraksi Partai PDIP), H. Muhammad Sarif, SH. MH (Fraksi Partai PKB), dan Drs. H. Anwar A. Recca M. M (Fraksi Partai PKB).

Pansus WBTB DPRD Sulsel lakukan kunjungan ke Kabupaten Tanpa Toraja

Salah satu anggota rombongan anggota Pansus WBTB yang berhasil dihubungi redaksi terkini.id adalah Hj. Meity Rahmatia, S.Pd, S. E (Fraksi Partai PKS). Menurutnya kunjungan kerja ini dalam rangka sosialisasi Ranperda WBTB sekaligus menjelajahi salah satu budaya yang ada di Sulawesi Selatan khususnya di Tana Toraja ternyata mempunyai banyak khazanah kebudayaan tak benda yang perlu kita lindungi.

“Dengan demikian saya dari Fraksi PKS berdialog dengan bapak bupati Tana Toraja. Dan ternyata bapak Bupati juga mensinergikan wisata tak benda di Tana Toraja dengan indikator-indikator ahli adat dan mendatangkan juga orang-orang ahli agama. Jadi, itu hasil evaluasi saya berada di Tana Toraja,” ujar Meity.

Menarik untuk Anda:

Sementara Ketua rombongan, Sarwindye mengatakan Tana Toraja adalah yang utama dalam Ranperda ini karena memang Toraja dikenal memiliki kekuatan besar di Sulawesi Selatan dalam hal Budayanya.

“Sehingga harapan kami bagaimana Pemerintah Daerah Tana Toraja bisa menginventarisir semua WBTB yang ada di Tana Toraja dan segera dikirim ke Provinsi untuk digodok dan kami akan teruskan ke Pusat,” terang Sarwindye.

Pansus WBTB DPRD Sulsel lakukan kunjungan ke Kabupaten Tanpa Toraja

Menanggapi harapan anggota Pansus WBTB DPRD Sulsel yang datang ke Tana Toraja, Bupati Nicodemus Biringkanae mengatakan salah satu daya saing Toraja adalah budaya yang sudah menjadi bagian dari KSN dan KSPN sehingga Tana Toraja terus didorong melalui event Budaya Toraja dan Pesona Kemilau Toraja.

Ia juga menyebutkan beberapa program Pemerintah Tana Toraja yang sejalan dengan Ranperda yang sedang digodok DPRD Sulsel mulai dari penulusuran adat dan budaya Toraja, ritual Aluk Todolo, tradisi bercocok tanam dan lain sebagainya.

“Yang pasti Toraja memiliki banyak Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Hanya saja, kita budaya lisan sehingga kalah dengan mereka yang memiliki budaya Lontara’ (tertulis). Oleh sebab itu, saat ini Pemda Tana Toraja memang sedang berupaya mendorong penulisan warisan Budaya yang ada,” tegasnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Minta Jokowi Turun, Amien Rais: Dia Tidak Kompeten Jadi Presiden

Telkomsel Tawarkan Paket Data Spesial untuk Pelanggan, Kuota 5 GB Hanya Rp 1

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar