Kutuk Kekerasan, Said Aqil: Intoleransi Bertentangan dengan Islam

Terkini.id, Jakarta –  KH Said Aqil Siradj, Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) mengutuk segala bentuk kekerasan. Ia menegaskan bahwa intoleransi adalah hal yang bertentangan dengan Islam.

Hal tersebut ia sampaikan saat dimintai pendapat soal aksi-aksi teror yang terjadi dalam masyarakat belakangan ini.

“Mengutuk segala bentuk kekerasan. Intoleransi saja itu bertentangan dengan Islam,” ujar Said Aqil pada Selasa, 6 April 2021, dilansir dari Antara News.

Baca Juga: Viral! Video Sebut Said Aqil Dibaptis di Gereja, Ini Faktanya

Lebih lanjut, Said Aqil menyinggung bahwa tidak boleh ada pemaksaan bagi orang untuk memasuki agama Islam.

“Hasyim AL Khazraj punya anak, ga mau masuk Islam. Marah ayahnya, mau dibunuh mengancam anaknya. Turun ayat La Iqra Fiddin, tidak boleh memaksa masuk Islam. Itu sejarah. Tidak boleh ada paksaan intimidasi,” tegasnya.

Baca Juga: Heboh Pidato Lawas Said Aqil: Imam Masjid, Khatib Harus dari...

Sebelumnya, Said Aqil juga pernah berbicara soal terorisme dalam sebuah seminar online pada Selasa, 30 Maret 2021.

Menurutnya, pintu masuk terorisme adalah wahabi dan salafi. Menurutnya, dlaam ajaran wahabi dan salafi, semua dianggap sesat dan bid’ah.

“Benih terorisme adalah Wahabi dan Salafi, itu ajarannya ekstrem, tekstual, harfiah, puritisasi, dalam rangka memurnikan Islam seperti di zaman rasul, semua dianggap sesat, bid’ah,” ujar Said Aqil, dilansir dari CNN Indonesia.

Baca Juga: Waduh! Heboh Said Aqil Sebut China Bukan Negara Komunis tapi...

Dalam pernyataannya, ia juga mengatakan bahwa untuk memberantas jaringan terorisme, maka benihnyalah yang perlu dihadapi.

“Kalau kita benar-benar sepakat, benar-benar satu barisan ingin menghadapi, menghabiskan, menghabisi jaringan terorisme dan radikalisme, benihnya yang dihadapin, pintu masuknya yang harus kita habisin, apa? Wahabi! Ajaran Wahabi itu pintu masuknya terorisme,” cetus Said Aqil.

Said juga menyebutkan bahwa Wahabi memang tidak mengajarkan terorisme dan kekerasan secara langsung.

Namun, menurutnya, paham ini selalu menganggap orang yang memiliki pandangan berbeda sebagai kafir meski sesama muslim.

“Kalau sudah Wahabi, ini musyrik, ini bid’ah, ini enggak boleh, sesat, kafir. Itu satu langkah lagi halal darahnya, boleh dibunuh dan lain-lain,” jelas Said.

Bagikan