Langgar UU ITE, Vanessa Angel Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara

vanessa angel
Vanessa Angel ditetapkan tersangka atas kasus prostitusi online

Terkini.id, Surabaya – Penetapan Vanessa Angel menjadi tersangka kasus prostitusi online artis berdasarkan hasi penyelidikan yang dilakukan oleh polisi Polda Jatim.

Dari hasil penyelidikan dan gelar perkara yang dilakukan Polda Jatim, artis Vanessa Angel ternyata terlibat kasus prostitusi onlina artis.

“Dia terbukti mengeksplor dirinya untuk kepentingan prostitusi online. Bahkan pengiriman foto pribadi dia di-share ke beberapa tersangka sebelumnya,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Rabu 16 Januari 2019.

Kapolda Jawa Timur juga menegaskan akan memanggil yang bersangkutan untuk menjalani serangkaian pemeriksaan terkait penetapan sebagai tersangka.

“Senin pekan depan akan dipanggil sebagai tersangka,” ujar Luki.

Menarik untuk Anda:

Setelah diperiksa selama sembilan jam pada Senin, 14 Januari 2019 lalu, polisi juga mendapati beberapa fakta baru yang bisa menjerat Vanessa.

Tak hanya itu, penetapan ini juga didapat dari hasil pemeriksaan saksi ahli, di antaranya ahli pidana, ahli bahasa, ahli ITE hingga ahli dari MUI dan Kementerian Agama.

VA Langgar Undang-Undang ITE

Luki menambahkan, mengenai keterlibatan Vanessa Angel yang dalam kasus prostitusi daring ini melanggar pasal undang-undang ITE nomor 27 ayat 1 hukuman pidana maksimal 6 tahun penjara.

Pasal yang menjerat Vanessa Angel tersebut terkait dengan foto dan video asusila yang didistribusikan kepada muncikari dan pelanggan.

Lewat foto dan video porno inilah, Vanessa Angel melalui muncikari ES kerap menggaet para pelanggan.

Bukti ini didapat polisi berdasarkan pendalaman atas bukti digital forensik dari ponsel milik Vanessa dan para muncikari.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Dihadiri Gatot, Acara Tabur Bunga di TMP Kalibata Ricuh

Bukannya Marah, Cewek Ini Malah Duet Bareng Selingkuhan Cowoknya di TikTok

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar