Luka yang Tak Terjahit

Luka yang Tak Terjahit

EP
Dr. dr. Dewi Setiawati, Sp.OG., M.Kes.
Echa Panrita Lopi

Tim Redaksi

Sebagai dokter, saya memahami cara menghentikan perdarahan, melakukan kuretase, serta memberikan terapi yang sesuai. Namun saya juga kembali diingatkan bahwa ada luka yang tidak dapat dijahit oleh keterampilan medis.

Kedokteran modern berkembang sangat pesat. Teknologi diagnostik semakin canggih, obat-obatan semakin efektif, dan tindakan medis semakin presisi. Namun secanggih apa pun ilmu kedokteran, ia tetap memiliki batas. Ada penderitaan yang tidak selesai ketika hasil laboratorium membaik atau operasi berjalan sukses.

Di titik itulah empati menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pelayanan kesehatan.

Empati bukan sekadar mengucapkan “turut berduka”. Empati adalah kesediaan untuk memberi ruang bagi seseorang merasakan dukanya, mendengarkan tanpa terburu-buru, dan menyadari bahwa setiap pasien datang membawa cerita yang jauh lebih besar daripada diagnosis yang tertulis di rekam medis.

Seorang pasien bukan sekadar nomor antrean, bukan sekadar hasil USG, bukan sekadar tekanan darah atau kadar hemoglobin. Mereka adalah manusia yang membawa sejarah hidup, harapan, ketakutan, dan kehilangan yang sering kali tidak tampak di layar monitor.

Baca Juga

Pengalaman seperti ini mengingatkan saya bahwa pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya diukur dari keberhasilan tindakan medis, tetapi juga dari bagaimana tenaga kesehatan memperlakukan pasien dengan penghormatan terhadap martabat kemanusiaannya.

Maya Angelou pernah mengatakan bahwa orang mungkin akan melupakan apa yang kita katakan dan apa yang kita lakukan, tetapi mereka tidak akan pernah melupakan bagaimana kita membuat mereka merasa.

Saya percaya, perempuan itu mungkin suatu hari akan melupakan istilah medis yang saya jelaskan. Ia mungkin tidak lagi mengingat prosedur yang dijalaninya secara rinci. Namun saya berharap, di tengah kehilangan yang begitu besar, ia masih mengingat bahwa pada hari ketika dunianya terasa runtuh, ada seseorang yang memilih untuk tidak hanya menjadi dokter, tetapi juga menjadi sesama manusia yang hadir, mendengarkan, dan ikut berduka.

Sebab pada akhirnya, tidak semua luka dapat dijahit. Namun setiap luka selalu pantas ditemani.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.