Hal tersebut dilakukan agar masyarakat lebih mudah mengenali lokasi fasilitas pendidikan agama bagi anak-anak.
Terakhir, mahasiswa melaksanakan pengadaan penanda (spanduk) posyandu, yang dipasang di tiga lokasi, yaitu Posyandu Dusun Batu Tarang, Posyandu Dusun Bontoa, dan Posyandu Dusun Pa’bentengan. Pengadaan ini bertujuan meningkatkan visibilitas posyandu, sehingga masyarakat lebih mudah menemukan lokasi layanan kesehatan ibu dan anak di desa.
Kepala Dusun Bontoa, Desa Kayuloe Barat, Bapak Zaenal, S.Pd.i, menyampaikan apresiasinya terhadap program ini.
“Adanya penanda rumah ini cukup membantu masyarakat dalam dan pihak luar dalam mengidentifikasi rumah yang ada di dusun bontoa,” ungkapnya.
Pengelola TKA/TPA Nurul Aqsha Dusun Pa’bentengan, juga merasakan dampak positif dari program ini.
- HIGAR Segera Buka Cabang Baru di CPI Makassar, Hadirkan Kelas HYROX dan Spinning
- Cegah Anak Tidak Sekolah, Disdukcapil Bersama Disdikbud Jeneponto Sosialisasikan Pemadanan Data Dapodik, ATS Berbasis NIK
- Air Mata Haru Menetes di Tangan Danrem 141 Toddopuli, Rumah Nyaris Rubuh Kini Kokoh Berkat TMMD Ke-128
- Sulsel Kebagian 25 Sapi Kurban Presiden Prabowo, Gubernur Andi Sudirman: Akan Disalurkan ke Wilayah Prioritas
- Serap Aspirasi Warga Biringkanaya, Anggota DPRD Makassar Odhika Cakra Fokus Kawal Perbaikan Jalan
“Kami TKA/TPA Nurul Aqsha sedari dulu berencana untuk membuat semacam penanda agar tempat pengajian ini lebih mudah dikenali namun terkendala dalam pembuatannya, untungnya Mahasiswa KKN-T 113 Unhas dengan kreatifitasnya dapat memanfaatkan bahan yang terbatas untuk membuat penanda yang bagus dan mudah dikenali oleh masyarakat sekitar,” katanya.
Dosen Pembina KKN-T 113 Unhas Posko Desa Kayuloe Barat, Dr. Sumarlin Rengko HR, S.S., M.Hum, turut memberikan pesan kepada mahasiswa dan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya inisiatif ini dalam membangun desa yang lebih tertata dan berdaya.
“Program ini tidak hanya berkontribusi dalam meningkatkan aksesibilitas desa, tetapi juga menjadi bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Saya berharap inisiatif ini dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi desa lain,” ujarnya.
Keberhasilan program pengadaan infrastruktur penanda ini menunjukkan bahwa infrastruktur navigasi desa memiliki peran penting dalam meningkatkan keteraturan dan kemudahan akses bagi warga.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
