Mahasiswa Polbangtan Gowa belajar teknik merebahkan sapi tanpa menyakiti

Teknik merebahkan ternak khususnya pada sapi merupakan cara yang harus diperhatikan untuk menjadikan posisi ternak ketika akan disembelih dalam keadaan stabil atau tidak tersakiti.

Pada mata kuliah dasar-dasar ilmu peternakan dibawah bimbingan dosen drh. Anak Agung Putu Jani W, M.Si, bersama mahasiswanya melaksanakan praktik dengan materi cara merebahkan ternak sapi. Dalam proses penyembelihan sapi, salah satu cara yang dilakukan adalah merebahkan/merobohkan sapi terlebih dahulu. Sering sekali kita menyaksikan proses merebahkan/merobohkan sapi tersebut dilakukan dengan cara kasar (kekerasan) dan langsung menjatuhkan sapi. Perlu di ketahui bahwa teknik merebahkan/merobohkan sapi tersebut merupakan teknik yang salah.

Teknik merebahkan/merobohkan sapi yang salah tersebut setidaknya tidak sesuai dengan 5 Kesejahteraan Hewan (Animal Welfare). Dalam 5 Kesejahteraan Hewan disebutkan bahwa hewan/ternak bebas dari rasa sakit, kesakitan, dan penyakit.

Baca Juga: Polbangtan Kementan tingkatkan kompetensi SDM Pertanian melalui program Praktek Kerja...

Selain itu teknik merebahkan/merobohkan sapi yang salah tersebut juga akan berpengaruh terhadap kualitas daging yang dihasilkan. Teknik merebahkan/merobohkan sapi yang salah tersebut akan membuat sapi akan mengalami stress terlebih dahulu sebelum disembelih. Kondisi sapi yang stress sebelum disembeliih akan membuat proses pengeluaran darah menjadi tidak sempurna dan juga membuat kualitas daging menjadi menurun.

Merebahkan/merobohkan sapi dengan baik dengan benar itu sebenarnya tidak terlalu sulit dan tidak membutuhkan banyak orang. Teknik merebahkan/merobohkan sapi dengan baik dan benar hanya membutuhkan tali yang disimpulkan dengan simpulan tertentu. Ada 2 metode/teknik yang bisa kita gunakan untuk merebahkan/merobohkan sapi, yaitu Burley dan Rope Squeeze. (UVY/MUZ).

Bagikan