Terkini.id, Jakarta – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD membeberkan bahwa pihaknya pernah mengajak Habib Rizieq Shihab (HRS) berembuk dalam pembangunan negara.
Namun, kata Mahfud, yang didapatkan pihaknya malah caci makian.
Hal itu disampaikan Mahfud dalam diskusi bersama peserta ngopi bareng netizen di Makassar, Jumat 23 April 2021.
Ada salah satu peserta yang menanyakan perihal kasus yang menjerat Habib Rizieq Shihab.
Mahfud pun menjawab pernyataan tersebut dengan mengawali dirinya saat terpilih menjadi Menkopolhukam yang dimintai izin agar HRS bisa kembali.
- Mahfud MD Tegaskan Perpol 10 2025 Adalah Pembangkangan Terhadap Konstitusi
- Mahfud MD Enggan Terima Honor Saat Jadi Khatib di Masjid Al-Markaz
- Lewat Pantun di Kampanye Ganjar, Butet Kartaredjasa Sindir Jokowi: Ini Banteng-Banteng yang Dilukai, Siapa yang Melukai?
- Cak Imin: Kalau jadi Wapres Ga Ada Gunanya Ya Mundur!
- Mahfud MD Akan Kirim Tim Untuk Investigasi Dugaan Intimidasi yang Diterima Melki
Mahfud MD menjawab bahwa pihaknya mengizinkan kepulangan HRS dengan catatan menaati protokol kesehatan.
“Waktu saya jadi Menko Polhukam saya bilang pulang. Ayo saya urus,” ujar Mahfud, dikutip dari Genpi.
Selanjutnya ia mengatakan bahwa piham HRS tak ingin dibantu pemerintah mengenai penjemputannya akhirnya berujung pada pelanggaran prokes.
Mahfud pun mengaku bahwa pihaknya mengajak HRS agar berembuk perihal pembangunan bangsa ini namun malah ditolak.
Namun, ketika malam setiba kedatangan HRS, yang didapatkan pihaknya hanyalah caci-makian.
“Pelanggarannya itu malamnya itu. Lalu (malah) memaki-maki itu,” jelasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
