Terkini, Makassar — Pemerintah Kota Makassar kembali mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat sebagai salah satu dari 40 kabupaten/kota di Indonesia yang ditunjuk menjadi lokasi Pilot Project Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
Program tersebut menjadi bagian dari transformasi digital pemerintah dalam memperkuat sistem perlindungan sosial melalui pemanfaatan aplikasi Perlinsos sebagai instrumen utama pendataan masyarakat.
Sistem ini diharapkan mampu menghadirkan penyaluran bantuan sosial yang lebih akurat, transparan, objektif, dan berbasis data.
Kepala UPT Rumah Penampungan dan Trauma Centre (RPTC) Dinas Sosial Kota Makassar, Masri Tajuddin, mengatakan penunjukan Makassar sebagai daerah percontohan merupakan bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap kesiapan pemerintah daerah dalam mengimplementasikan sistem digital penyaluran bantuan sosial.
“Alhamdulillah, Kota Makassar menjadi salah satu daerah yang dipercaya untuk melaksanakan Piloting Digital Bansos. Ini merupakan bagian dari transformasi digital bantuan sosial yang digagas pemerintah pusat,” ujar Masri, Selasa (14/7/2026).
- Pemkab Gowa Berangkatkan 90 Siswa ke Sekolah Rakyat, Wujudkan Akses Pendidikan Berkualitas
- Galesong eMotor Pratama Perkenalkan QT Series dan Tyranno X untuk Masyarakat Makassar
- Makassar Jadi Tuan Rumah Local Fest 2026, Targetkan 15 Ribu Pengunjung dan Dongkrak Ekonomi Kreatif
- Perkuat Sinergi Cegah Narkoba, Ketua DPRD Sulsel Terima Kunjungan Kepala BNNP Sulsel
- Asmo Sulsel Gelar Public Exhibition New Honda Vario Evo 160 di Sulsel, Sulbar, Sultra, dan Ambon
Menurutnya, melalui aplikasi Perlinsos, proses penetapan penerima bantuan tidak lagi bergantung pada verifikasi manual ataupun penilaian subjektif. Seluruh indikator sosial dan ekonomi masyarakat akan diinput ke dalam sistem, kemudian diolah secara otomatis untuk menentukan kelayakan penerima bantuan.
“Melalui aplikasi Perlinsos, seluruh indikator masyarakat akan dimasukkan. Selanjutnya sistem yang menghitung dan menentukan apakah seseorang layak menerima bantuan atau tidak. Jadi bukan lagi manusia yang menentukan, melainkan berdasarkan hasil pengolahan data di aplikasi,” jelasnya.
Masri menjelaskan, aplikasi Perlinsos menggunakan berbagai indikator kesejahteraan, mulai dari kondisi rumah, daya listrik, hingga sejumlah variabel sosial ekonomi lainnya yang telah ditetapkan oleh Kementerian Sosial.
Digitalisasi tersebut sekaligus menjadi penyempurnaan dari sistem pendataan sebelumnya yang menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan indikator yang lebih lengkap, pemerintah berharap akurasi data penerima bantuan semakin meningkat.
“Aplikasi Perlinsos diharapkan menjadi solusi karena menggunakan lebih banyak indikator. Seluruh data akan dihitung secara otomatis sehingga penerima bantuan benar-benar sesuai dengan kondisi riil masyarakat,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
