Terkini, Makassar – Dalam langkah ambisius menuju masa depan yang lebih digital, Pemerintah Kota Makassar telah mengintegrasikan penerapan kecerdasan buatan (AI) ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda, mengungkapkan bahwa transformasi digital kini menjadi salah satu isu strategis utama dalam dokumen RPJPD tersebut.
Menurut Zulkifli, digitalisasi dan teknologi informasi telah menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Kota Makassar. Pemerintah kota, di bawah kepemimpinan Wali Kota Danny Pomanto, telah memulai berbagai inisiatif digitalisasi sejak tahun 2014.
Langkah ini mencakup pembangunan infrastruktur digital, pengembangan sumber daya manusia, serta digitalisasi layanan publik.
“Pelayanan publik seperti perizinan, pembayaran pajak, dan retribusi kini sebagian besar telah beralih ke platform digital. Bahkan, layanan pendidikan dan kesehatan juga sudah mengadopsi aplikasi seperti Pakinta dan program Satu Data,” jelas Zulkifli, Jumat, 9 Agustus 2024.
- Harapan dan Ironi di Balik Menu MBG, Ketika Solusi Gizi Berubah Menjadi Ancaman Kesehatan di Jeneponto
- Rakor Bersama Forkopimda, Wali Kota Makassar Appi Matangkan Pengamanan May Day Fest 2026
- Rinnai Luncurkan Kompor Pintar di Makassar, Jawab Kebutuhan Dapur Masa Kini
- Andi Ina Penuhi Panggilan Kejati Sulsel, Beri Klarifikasi Terkait Pengadaan Bibit Nanas
- Kondisi Belum Membaik, Dua Siswa Korban MBG di Jeneponto Kembali Dirujuk ke Rumah Sakit
Selain itu, Zulkifli menyoroti pentingnya inovasi dalam menciptakan lapangan kerja baru melalui pemanfaatan AI. Menurutnya, AI memiliki potensi besar untuk mempercepat efisiensi dan membuka peluang ekonomi baru di Makassar.
“Kita harus terus berinovasi dan menciptakan lapangan kerja baru melalui teknologi AI. Ini adalah bentuk adaptasi agar kita tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi,” tambahnya.
Pemerintah Kota Makassar telah menerima berbagai penghargaan dan pengakuan atas kemajuan dalam digitalisasi, terutama di bidang e-government.
Zulkifli mencatat bahwa Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Makassar diakui sebagai salah satu yang paling maju dalam pemanfaatan teknologi di Indonesia.
Namun, Zulkifli juga menekankan pentingnya regulasi yang kuat dalam penerapan AI. Meskipun AI dapat meningkatkan efisiensi dalam administrasi dan pengawasan, seperti penggunaan CCTV untuk memonitor pajak di restoran, teknologi ini juga menghadirkan tantangan, termasuk potensi penyebaran informasi palsu dan masalah privasi data.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
