Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar mendorong pemenuhan kesetaraan hak ketenagakerjaan para penyandang disabilitas melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD).
Hal itu disampaiakan Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi saat hadir sebagai narasumber dalam Seminar Nasional Pengarusutamaan Pusat Ketenagakerjaan Inklusif atau Inclusive Job Center (IJC) untuk Pemerintah Kota, di Hotel Aryaduta Jakarta, Kamis, 23 Februari 2023.
Fatmawati Rusdi tampil panel bersama narasumber lain, antara lain, Direktur Bina Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Kemenaker RI Siti Kustiati, Eularia Handayani perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, dan Ketua SEHATI Edy Supriyanto.
Mereka berdialog membahas tentang Kebijakan dan Inovasi Ketenagakerjaan Inklusif. Seminar Nasional ini diadakan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) bekerja sama GIZ perusahaan internasional milik federal Jerman.
Pada kesempatan itu, Fatmawati Rusdi mengatakan pihaknya sudah memiliki beragam kebijakan terkait pemenuhan hak-hak disabilitas khususnya di bidang ketenagakerjaan.
- Makassar Sabet Paritrana Award 2025, Bukti Komitmen Lindungi Pekerja Rentan
- Menembus Kota dan Karst: BYD ATTO 1 di Jalur Makassar--Maros
- Kota Makassar Siap Jadi Tuan Rumah PIMNAS ke-38
- Inovasi dan Transformasi Digital Kota Makassar Diganjar Penghargaan GM-DTGI Awards 2025
- Keren! Makassar Jadi Contoh Daerah Peduli Pekerja Rentan Lewat APBD
Baik itu dalam bentuk regulasi berupa peraturan daerah atau Perda, Peraturan Wali Kota atau Perwali, pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) sampai dibentuknya tim pendamping.
“Hari ini kita hadir bersama dengan beberapa kota lainnya tentu kita sudah banyak melakukan sesuatu, dan tadi arahan Ketua APEKSI, GIZ, dan Bappenas, bahwa ini adalah tugas berat untuk pemerintah kota karena kita harus membangun suatu ekosistem,” kata Fatmawati Rusdi.
Fatmawati Rusdi menyampaikan ada tiga yang menjadi fokus penyelenggaraan ULD Ketenagakerjaan. Di antaranya, penyedia informasi, pendampingan kepada pemberi kerja disabilitas, dan pendampingan kepada tenaga kerja disabilitas.
“Dengan adanya ULD, kita memberi pelatihan sesuai dengan minat dan bakat, memberikan keterampilan sampai dengan pendampingan untuk mendapatkan pekerjaan. Jadi ULD ini juga sebagai pusat informasi kepada pemberi kerja,” bebernya.
Ia menyebut berdasarkan data Disnaker Makassar ada 725.529 penduduk angkatan kerja dan 1.016 di antaranya adalah angkatan kerja disabilitas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
