Terkini.id, Makassar – Di tengah banyaknya bencana pada 2020, Dinas Sosial Kota Makassar justru menumpuk paket bantuan sebanyak 200 dus Indomie yang sudah kadaluarsa dan pelbagai bahan makanan membusuk di Kantor Dinsos.
Paket bantuan tersebut terpaksa tidak bisa disalurkan dan harus dibuang. Keterlambatan penyaluran bantuan lantaran buruknya manajemen Dinas Sosial.
Plt Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Muhyiddin mengatakan, sembako kedaluwarsa tersebut diperadakan melalui APBD 2020. Tanggal kedaluwarsanya yakni pada 28 Juli 2020 lalu.
Ia pun turut menyesalkan adanya bantuan yang tidak tersalurkan dengan maksimal di masyarakat. Padahal, pada tahun 2020, Makassar diwarnai banyak bencana.
“Saya belum di Dinsos waktu itu,” kata Muhyiddin, Minggu, 7 November 2021.
Muhyiddin menyebut, hal itu terungkap usai pihaknya melakukan pembersihan kantor menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar ke-414.
“Saya tanya di staf, katanya itu pengadaan bantuan bencana tahun lalu. Jadi saya suruh pisahkan karena itu kadaluarsa,” ucap Muhyiddin.
Mekanisme dan SOP pemberian bantuan membuat bantuan ini lamban dieksekusi. Seharusnya, kata Muhyiddin, bencana tidak perlu menunggu administrasi atau menyesuaikan dengan SOP yang ada.
“Itu yang membuat lambat bergerak, padahal kalau bencana tidak perlu menunggu, cukup nanti penyerahan berita acara kepada camat setempat, administrasinya belakangan,” jelasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
