Terikini.id, Internasional – Seorang perempuan berusia 58 tahun rela bekerja paruh waktu di sebuah panti jompo agar dapat sering bertemu ayahnya yang dirawat di sana. Padahal, Lisa Racine, nama perempuan tersebut sudah memiliki pekerjaan tetap sebagai Manajer Proyek di perusahaan cetak.
Dilansir dari CNN, Lisa mulai bekerja di Panti Jompo Good Samaritan Society, fasilitas Stillwater, dekat Saint Paul, Minnesota tersebut pada 1 Desember 2021.
Lisa berkata bahwa dia dapat menyesuaikan jadwalnya agar bisa bekerja di dua tempat sekaligus, siang di perusahaan dan malam di panti jompo.
Di panti jompo, ia mengambil dua hingga tiga shift pada malam hari dalam satu minggu di mana ia membantu mencuci piring, mengepel lantai, menyajikan makanan, dan lain-lain.
Ia berkata bahwa pekerjaan tersebut sulit namun ia tetap bertahan karena senang bisa sering bertemu ayahnya, Harold yang sudah berusia 87 tahun.
- Menteri Kesehatan RI: Campak Jauh Lebih Menular Daripada COVID-19
- Waspada Lonjakan Kasus COVID-19, Kemenkes Instruksikan Pemda dan Faskes Siap Siaga
- Waspadai Covid-19, Tingkat Keterisian Tempat Tidur Rumah Sakit Meningkat
- Warga China Pilih Lawan Cuaca Dingin dan Lonjakan Covid-19
- Sejumlah Negara Perketat Pintu Masuk Untuk Turis Dari China
“Saya memiliki rutinitas. Saya biasanya tiba di sini beberapa menit sebelum mulai bekerja untuk melihat ayah. Setelah selesai mengurus makan malam, saya akan melihatnya lagi,” kata Racine, dilansir dari CNN pada Kamis, 4 Maret 2021.
Lisa menceritakan bahwa sebelum bekerja di panti jompo tersebut, ia sangat kesulitan bertemu langsung dengan ayahnya.
Ia dan ayahnya biasanya hanya melakukan FaceTime, namun ayahnya kesulitan dengan teknologi.
Lisa juga bisa mengunjungi ayahnya tanpa melalui online, namun ia hanya bisa melihat dari jendela sementara cuaca di sana sudah semakin dingin.
Oleh karena itu, ia meminta sepupunya, Rene Racine yang bekerja di bagian administrasi terkait pekerjaan paruh waktu di panti itu.
Lisa bercerita bahwa awalnya ayahnya tidak mengenalinya karena ia harus menggunakan atribut keamanan saat bekerja.
Namun ketika sudah mengenalinya, ayahnya lalu panik sebab ia mengira Lisa masuk tanpa izin.
“Ayahku mengira saya adalah asisten perawat atau semacamnya,” kata Lisa.
“Aku lalu bilang ‘ini aku, ayah’ dan dia langsung bilang ‘Lisa, apa yang kamu lakukan di sini? Bagaimana kamu masuk? Siapa yang mengizinkanmu masuk?’ Ayah pikir saya akan dapat masalah,” lanjutnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
