Mantan Ketua Pansus Hak Angket Penuhi Panggilan Polrestabes Makassar, Terkait Laporan Gubernur

Kadir Halid dan Arum Spink saat memenuhi panggilan penyidik Polrestabes Makassar

Terkini.id — Mantan Ketua Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Sulsel, Kadir Halid memenuhi panggilan Penyidik Polrestabes Makassar, Jumat 11 Oktober 2019.

Kadir Halid dipanggil untuk memberikan klarifikasi terkait pengaduan Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah, dugaan tindak pidana memberikan keterangan palsu diatas sumpah dan pencemaran nama baik atau fitnah yang diduga dilakukan oleh Mantan Kepala Biro Pembangunan Setda Sulsel, Jumras.

Kadir Halid menyebut, dimintai klarifikasi terkait pernyataan Jumras yang menyebut bahwa dua pengusaha yaitu Anggu Sucipto dan Ferry Tandiari telah membantu Rp10 miliar untuk membantu Nurdin Abdullah pada Pilkada 2018 lalu.

“Saya sampaikan ke penyidik bahwa memang benar Jumras mengatakan hal itu dibawa sumpah pada sidang hak angket,” kata Kadir kepada terkini.id, Jumat 11 Oktober 2019.

Kadir mengungkapkan bahwa ada 18 pertanyaan terkait laporan tersebut dan diperiksa hampir dua jam.

“Saya juga menyerahkan hasil BAP (Berita Acara Pemeriksaan) termasuk rekaman hasil sidang hak angket,” pungkasnya.

Jumras Dicopot, Gegara Tidak Penuhi Permintaan Pengusaha Yang Bantu Nurdin Abdullah di Pilgub

Komik: Kronologi Pencopotan Jumras dan Fee 7,5 Persen

Berita Terkait