Lutfi Natsir Bicara Pencopotan Dirinya: Sakit Hati karena Disebut Pengkhianat oleh NA

Terkini.id, Makassar – Mantan kepala Inspektorat Provinsi Sulsel, Lutfi Nasir ikut menjadi terperiksa dalam sidang hak angket yang bergulir di Tower Lantai 8 DPRD Sulsel, Rabu 10 Juli 2019.

Lutfi Natsir kemarin dimintai keterangan terkait pencopotannya sebagai kepala Inspektorat yang dilakukan oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

Lutfi pun bicara terkait alasan Nurdin Abdullah yang mencopot dirinya.

Kata Lutfi, dirinya dicopot oleh gubernur karena dituding membocorkan strategi, menghilangkan LHP BPK.

Selain itu, menurut gubernur, banyak auditor yang mengeluh. Dia juga disebut sebagai pengkhianat, dan menjadi duri dalam daging hingga soal hoaks.

“Saya menyesalkan disebut pengkhianat dan disebut duri dalam daging. Itu kata pengkhianat, sakit pak. Keluarga saya semua nelepon ke saya, mereka bilang kita bukan keluarga pengkhianat. Bahkan anak saya sempat malu keluar lantaran cap pengkhianat itu di media,” kata Lutfi Natsir.

“Saya bertanya-tanya apa yang saya khianati dan alasan tersebut tidak ada sama sekali tidak masuk dalam konsideran SK Pencopotan,” ungkap dia.

Sempat Audit Perusda

Dalam persidangan tersebut, Lutfi sempat diminta oleh Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman untuk melakukan audit terhadap Perusahaan Daerah (Perusda).

“Pak Wagub minta tolong periksa Perusda, Jamkrida, Agrobisnis dan penempatan eselon II ASN. Itu disampaikan pak wagub di ruang rapatnya,” ungkap Lutfi dalam persidangan.

Hasil Laporan Pemeriksaan (LHP) tersebut diserahkan ke Staf Khusus Wakil Gubernur, Abdul Rauf, sebab pada waktu itu Andi Sudirman sedang keluar kota.

“Sebenarnya saya tidak mau berikan LHP itu karena itu sifatnya rahasia, tapi kata dia (Abdul Rauf) sudah didelegasikan dari pak Wagub. Daripada saya terjebak tidak mau menyerahkan, jadi saya berikan saja, tapi saya sudah ingatkan kalau hasil ini keluar anda jadi sumbernya. Karena kalau saya tidak kasih salah, dikasih juga salah, jadi serba salah,” bebernya.

Pada sidang tersebut, Lutfi meminta agar sidang hak angket dilanjutkan secara tertutup, sebab dirinya akan blak-blakan.

Berita Terkait
Komentar
Terkini