PNS Ini Mutasi Dirinya Sendiri, Dari Staf BKD Menjadi Kepala UPTD Samsat Makassar

Kepala UPTD Samsat Makassar I, Bustanul Arifin menjadi terperiksa pada sidang hak angket DPRD Sulsel, Jumat 2 Agustus 2019. /Nasruddin

Terkini.id — Ada yang menarik pada Sidang lanjutan Hak Angket DPRD Provinsi Sulsel, Jumat 2 Agustus 2019.

Kepala UPTD Samsat Makassar I, Bustanul Arifin saat menjadi terperiksa pada sidang lanjutan hak angket, diduga mutasi dirinya dari Staf Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Sulsel menjadi Kepala UPTD Samsat Kelas I Makassar.

Ketua Hak Angket DPRD Sulsel, Kadir Halid mengatakan, Bustanul menjadi terperiksa pada sidang hak angket, karena dia ikut terlibat dalam penyusunan SK mutasi 193 pejabat Pemprov Sulsel yang ditandatangani oleh Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman. Namun SK tersebut batalkan oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Awalnya Bustanul saat menjadi staf BKD membawa draf mutasi 79 pejabat lingkup Pemprov Sulse untuk dilaporkan dan ditandatangani oleh Gubernur Prof Nurdin Abdullah di Hotel Claro Makassar, sebelum Nurdin Abdullah cuti untuk menunaikan ibadah umroh.

Setelah draf mutasi 79 pejabat ditandatangani oleh gubernur, Bustanul bersama dua staf wakil gubernur yakni, Rendra dan Toteng menambah daftar dari 79 menjadi 193 pejabat.

Berdasarkan data Panitia Hak Angket, di dalam draf 79 harusnya Bustanul ditempatkan di BKD. Namun setelah diolah daftar mutasi 193 hingga menjadi di SK-kan, Bustanul menempatkan dirinya sebagai Kepala UPTD Samsat Kelas I Makassar.

“Jadi Bustanul ini seharusnya dia ditempatkan di BKD, tetapi dia menempatkan dirinya di posisi sebagai kepala UPTD Samsat,” kata Kadir Halid.

Pada persidangan, Bustanul mengungkapkan alasan menempatkan dirinya di Kepala UPTD Samsat, karena adanya arahan dari gubernur saat melaporkan draf mutasi 79 di hotel Claro.

“Saya rubah karena ada petunjuk dari pak gubernur, bahwa kamu di Samsat,” ungkapnya.

Sementara itu, pada persidangan sebelumnya dengan terperiksa Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah, Kamis 1 Agustus 2019. Sempat muncul pertanyaan dari Panitia Hak Angket terkait Bustanul.

Nurdin Abdullah membantah jika pernah mengeluarkan petunjuk agar Bustanul ditempatkan di Samsat.

“Saya tolak itu. Saya bilang kamu (Bustanul) masih baru. Jangan. Dan saya pindahkan kamu ke sini, saya minta kamu ke BKD. Tidak benar kalau itu berdasarkan petunjuk saya,,” ujarnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini