Maraknya Fenomena Gangguan Mental Remaja, Kohati FKG UH Gelar Seminar Edukasi

Seminar Edukasi Fenomena Gangguan Mental Remaja

Terkini.id, Makassar – Korps HMI-Wati Komisariat Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin Cabang Makassar Timur menyelenggarakan Seminar Edukasi pada Minggu, 10 November 2019 di Gedung IPTEKS Universitas Hasanuddin, Makassar.

Seminar edukasi sendiri merupakan salah satu program kerja dari bidang eksternal Korps HMI-Wati Komisariat Kedokteran Gigi UH. Dengan mengangkat tema ‘Fenomena Gangguan Mental di Kalangan Remaja: Kapan dan Bagaimana Harus Bertindak?’, bahasan pokok yang diangkat berdasarkan pada maraknya kasus mental disorder atau mental illness. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai isu-isu serta pentingnya kesehatan mental yang dapat menyerang siapa saja, terutama pada remaja.

Seminar ini diikuti oleh sedikitnya 200 peserta yang umumnya merupakan mahasiswa. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Kohati Cabang Makassar Timur. Kemudian dilanjutkan dengan acara inti yaitu penyampaian materi dari beberapa narasumber yang diantaranya ialah Dr. dr. Saidah Syamsuddin, Sp.KJ, Iyan Afriani HS, M.Psi., Psikolog, dan Nuridha Tri Lestari, S.Pt.

Seminar Edukasi Fenomena Gangguan Mental Remaja
Narasumber dalam Seminar Edukasi Fenomena Gangguan Mental Remaja

Diawali dengan pertanyaan dari Eka selaku moderator kepada narasumber mengenai seberapa besar urgensi dari bahasan tentang fenomena gangguan mental dan cara penanganannya.

Saidah mengungkapkan bahwa gangguan mental masih saja menjadi suatu stigma di masyarakat yang menganggap bahwa hal ini hanya menjurus pada gangguan jiwa seperti skizofrenia atau psikotik, padahal gangguan lain seperti cemas ataupun depresi juga perlu diperhatikan.

“Berdasarkan data ditemukan lebih banyak perempuan yang mengalami depresi atau cemas (anxiety) dibandingkan laki-laki, karena perempuan lebih mampu mengungkapkan perasaannya dibandingkan dengan laki-laki yang jarang menampakkan rasa sakitnya,” ujar Saidah.

Iyan Afriani selaku narasumber mengungkapkan bahwasanya kesehatan mental (mental health) merupakan keadaan seseorang untuk mampu dalam mengendalikan emosi, memiliki interaksi sosial yang baik, dan pikiran yang stabil. Sedangkan gangguan mental (mental illness) merupakan keadaan seseorang yang terlalu fokus dengan hal-hal yang tidak bisa ia kendalikan sehingga membuatnya terus memikirkan masalah tanpa solusi.

Gangguan mental yang paling sering terjadi pada remaja ialah depresi, mania, kecanduan internet, gangguan akibat napza, somatoform, cemas, bipolar, dan psikotik.

Psychological First Aid (PFA) atau pertolongan pertama yang perlu diberikan oleh keluarga atau teman ialah dengan memberikan rasa aman, rasa tenang, rasa percaya diri, motivasi, dan harapan bagi orang yang mengalami gangguan mental.

Dalam memberikan motivasi didapati pula toxic positivity yaitu terlalu berlebihan dalam menyemangati yang mengakibatkan pengidap gangguan mental tidak kunjung pulih seperti yang diharapkan. Oleh karena itu, perlu diketahui terlebih dahulu penyebabnya lalu memberikan solusi yang pas.

Nuridha sebagai pendiri Bipolar Care Indonesi Simpul Makassar mengungkapkan bahwa kesadaran mengenai gangguan mental dan kepekaan dengan orang-orang disekitar perlu ditingkatkan.

“Belajarlah memahami org lain dan tidak menuntut untuk dipahami,” ujar pemateri sebagai statement terakhir dalam kegiatan seminar.

Berita Terkait