Maraknya Fintech Ilegal, Pusat Unggulan Microfinance Unhas Gelar Seminar Nasional

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Makassar – Belakangan ini, banyak bermunculan Financial Technology – Fintech Ilegal yang menyasar Industri Keuangan dan pelaku UMKM, sehingga menimbulkan banyak kerugian seperti bunga pinjaman yang tidak jelas dan sangat tinggi, penyebaran data pribadi nasabah yang dapat disalahgunakan, cara penagihan yang kasar, dan merugikan nasabah yang telah berinvestasi.

Atas dasar itu, Pusat Unggulan Microfinance Universitas Hasanuddin mengadakan Seminar Nasional dengan mengusung tema Fintech: Tantangan dan Peluang bagi Industri Keuangan dan Pelaku UMKM di Kawasan Timur Indonesia. Seminar ini berlangsung pada hari Senin, 13 Januari 2020 di Gedung Centre of Microfinance, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Gagaring Pagalung, M.Si selaku Kepala Pusat Unggulan Microfinance Unhas, mengatakan bahwa perkembangan fintech belakangan ini sangat pesat, namun menimbulkan beberapa masalah di masyarakat seperti penggunaan data dan manipulasi data pribadi nasabah bagi fintech yang ilegal.

“Ini menjadi perhatian kita dalam memberi rekomendasi bagi industri keuangan, terutama membenahi tata kelola dan memperketat izin dari bisnis fintech itu”, ungkap Gagaring dalam sambutannya.

Pada seminar tersebut, Pusat Unggulan Microfinance Unhas bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulampua, startup fintech yang telah terdaftar dan memiliki izin dari OJK, perwakilan dari beberapa asosiasi dan komunitas seperti International Council for Small Business (ICSB) Indonesia, Indonesia Marketing Association (IMA), Smart Entrepreneur Indonesia (SEI), Mutiara Timur, Posko, dan Generasi Baru Indonesia (GenBI) Sulawesi Selatan.

Menarik untuk Anda:

Kegiatan seminar nasional ini juga menghadirkan beberapa pemateri, diantaranya Dani Surya Sinaga (Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional 6 Sulampua), Peter Febian (Kepala Komunikasi PT Digital Yinshan Technology Ladang Modal), Eric Fernando (PT Glotech Prisma Vista Do-It), Desy Filriana (Direktur Utama PT Dynamic Credit Asia), Catherine Ika Dewi (Managing Director Rectra Consulting), dan Andi Nur Baumassepe (ICSB Indonesia). Kegiatan ini dihadiri oleh para pelaku UMKM, mahasiwa, dan dosen dari berbagai perguruan tinggi.

Hadir membuka acara Prof. Dr. Muh Nasrun Massi, Ph.D selaku Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi dan Kemitraan Universitas Hasanuddin. Dalam sambutannya, Beliau mengatakan bahwa Unhas saat ini sedang mendorong hasil-hasil riset penelitian dosen agar dapat terhilirisasi dan digunakan oleh industri.

“Kami harapkan juga perusahaan-perusahaan seperti startup dan fintech ini dapat bersinergi dengan Unhas yang telah memiliki banyak produk-produk penelitian yang siap diterima di Industri”, ujar Nasrun Massi dalam sambutannya membuka kegiatan seminar.

Salah satu pemateri Andi Nur Baumassepe (ICSB Indonesia) dalam paparannya mengatakan bahwa kehadiran perusahaan-perusahaan fintech ini memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM dalam pendanaan dan juga melakukan transaksi (untuk layanan e-payment).

“UKM lebih terbantu dalam mengembangkan bisnis secara digital, sehingga memberi kemudahan juga kepada konsumen”, kata Andi Nur saat membawakan materi.

Kegiatan seminar nasional ditutup dengan foto bersama dan pemberian cenderamata kepada para pemateri.

Citizen Report: Mitra Riani Aisyah

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kecelakaan Beruntun di Jember, Menewaskan 5 Orang

Cek Fakta : Islam Nusantara Shalat Berlatar Belakang Salib ?

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar