Terkini, Sorowako – Sampah yang kerapkali menjadi masalah di sejumlah kota bisa diatasi dengan baik di Sorowako. Masalah sampah kerap kali terjadi akibat minimnya sistem daur ulang hingga manajemen dalam pemilahan sampah.
Namun di Kawasan PT Vale Indonesia, sampah-sampah diatasi dengan baik melalui Unit Segregation Plant. Di luar, unit pengolahan sampah seperti ini disebut juga TPS3R, atau Tempat Pengolahan Sampah 3R (Reduce, Reuse & Recycle).
Di tempat yang terletak di atas lahan setengah hektare itu, sampah-sampah yang diambil dari Kawasan Blok Sorowako, dari asrama dan rumah-rumah karyawan PT Vale, dikumpulkan lalu dipilah.
Sampah-sampah tersebut diklasifikasikan: jenis plastik dan botol-botol, kayu dan bahan organik lainnya, hingga limbah B3 (bahan baku berbahaya dna beracun).
“Unit Segregation ini bisa mengolah sampai 10 ton sampah per bulan, sekitar 15 persennya adalah plastik dan kaleng-kaleng bekas yang nilainya lebih tinggi. Kawasan ini sudah kita kembangkan sejak 2012 silam, secara bertahap,” jelas MGR, Ops & Reclamation Segregation Area PT Vale Indonesia, Muh Firdaus Muttaqi, kepada wartawan yang mengunjungi kawasan tersebut, Jumat 25 Juli 2025.
- Bupati Jeneponto Paris Yasir Roadshow Salurkan Seragam Sekolah Gratis
- Raport Merah APBD 2025: DPRD Sulsel Temukan SiLPA Rp208 Miliar, Desak Evaluasi Total OPD
- Hari Kedua Jamsostek Award Sulsel 2026, Perusahaan dan Pemda Paparkan Inovasi Perluas Perlindungan Pekerja
- Jamsostek Award Jadi Pemacu Inovasi Bank Sulselbar Perluas Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan
- Yasir Machmud Nahkodai Pengusaha Tani Indonesia, Siap Perkuat Ketahanan Pangan dan Sejahterakan Petani
Firdaus menjelaskan, sampah-sampah plastik dan kaleng-kaleng yang telah dipilah, kemudian dimasukkan ke dalam mesin press untuk selanjutnya didonasikan ke bank-bank sampah yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kecamatan Sorowako.
“Sementara, untuk limbah B3, kita kerja sama dengan pihak ketiga yang sudah berizin, untuk diolah sesuai segulasi,” ungkap dia.
Sampah Organik Jadi Pupuk, Ada yang Dimusnahkan dengan Magot
Ada hal lain yang menarik dan berbeda dari unit pengolahan sampah PT Vale. Sampah-sampah organik, seperti kayu, kertas, diolah menjadi pupuk organik hingga dimusnahkan oleh magot, yakni hewan larva lalat jenis BSF.
Untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos, bahan bakunya berupa kayu-kayu yang dihaluskan menjadi serbuk gergaji, dicampur dengan kertas, lalu ditambahkan kandungan kimia lain, hingga terjadi pembusukan sehingga komposisi yang cocok untuk sebuah pupuk organik.
Pupuk yang dihasilkan dari unit pengolahan ini disuplai ke Kawasan Nursery PT Vale Indonesia, tempat pembibitan yang bisa memproduksi lebih dari 700 ribu bibit pohon per tahun.
Selain jadi pupuk, sebagian bahan organik tersebut dimusnahkan dengan menggunakan maggot, larva yang dikembangbiakkan di kawasan Segregation Plant tersebut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
