Perhatikan semua proyek batubara dan nikel. Apa yang terjadi dengan lingkungan sekitarnya?
Lebih runyam lagi, mereka yang kencang mempromosikan mobil listrik dan lain-lain atas nama green energy adalah mereka yang banyak menguasai perusahaan yang bergerak di bidang pengrusakan lingkungan itu.
Artinya propaganda kendaraan listrik atas nama lingkungan itu bertujuan mengail “lobster di balik onggokan sampah”.
Pertemuan para pemimpin dunia di kota New York memerlukan keseriusan dan juga kejujuran.
Jangan sampai isu lingkungan menjadi kendaraan kepentingan, sebagaimana kebiasaan sebagian orang di negara sana.
- Siap-siap, Pesawat Luar Angkasa NASA Akan Lakukan Uji Coba Menabrak Asteroid Akhir Bulan Ini
- Fenomena Langka 5 Planet Sejajar, Apakah Ada Dampaknya untuk Bumi?
- Ajak Masyarakat Matikan Lampu, Anies Baswedan Dipuji Netizen: Siap Pak Presiden!
- Larang Ucap Bumi Pertiwi, Pendakwah Riza Basalamah: Artinya Itu Ada Tuhan Selain Allah
- Pendakwah Abu Haidar: Siapa Tak Percaya Bumi Datar, Dia Kufur
Proyek-proyek yang di propagandakan dengan begitu indah, menjanjikan, justeru hanya gandengan untuk kepentingan sempit.
Bagi negara-negara Barat, Amerika dan Eropa, isu lingkungan juga seringkali jadi alat kepentingan untuk menekan negara lain.
Mereka tidak sungguh-sungguh dan tidak jujur dengan isu lingkungan.
Kita bisa melihat contoh nyata di Papua dengan proyek Freeport yang telah bertahun-tahun.
Entah berapa yang telah kaya dengan produksi emas, dan lain-lain. Tapi penduduk asli tidak ke mana-mana, bahkan terkubur dengan kerusakan alam yang nyata.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
