Di sinilah kemudian Islam hadir untuk mengingatkan dan memberikan arahan (guidance) tentang apa dan bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menyelamatkan bumi.
Satu, Al-Qur’an menggariskan bahwa bumi ini diciptakan oleh Allah dan diamanahkan kepada manusia: “Dialah (Allah) yang menjadikan untuk kalian semua”.
Penekanan ayat ini ada pada pada kata “lakum” (bagi kalian).
Dua, manusia sendiri diciptakan dengan tugas utama sebagai “khalifah”. Tugas kekhilafahan yang terbesar adalah memastikan bahwa bumi ini dimaksimalkan dan dipelihara sesuai kehendak Penciptanya.
“Dan ingat ketika Tuhanmu berkata kepada malaikat: sesungguhnya Aku menciptakan di atas bumi ini seorang khalifah (Adam)”.
- Siap-siap, Pesawat Luar Angkasa NASA Akan Lakukan Uji Coba Menabrak Asteroid Akhir Bulan Ini
- Fenomena Langka 5 Planet Sejajar, Apakah Ada Dampaknya untuk Bumi?
- Ajak Masyarakat Matikan Lampu, Anies Baswedan Dipuji Netizen: Siap Pak Presiden!
- Larang Ucap Bumi Pertiwi, Pendakwah Riza Basalamah: Artinya Itu Ada Tuhan Selain Allah
- Pendakwah Abu Haidar: Siapa Tak Percaya Bumi Datar, Dia Kufur
Tiga, bumi ini telah dijadikan sebagai tempat tinggal (mustaqarrun) dan tempat untuk merasakan kesenangan sementara (mataa’un ilaa hiin).
“Dan bagi kalian di atas bumi ini tempat tinggal dan kesenangan hingga pada waktu yang ditentukan”.
Empat, manusia diciptakan sebagai Khalifah (seperti yang disebutkan di atas).
Selain bermakna memakmurkan dan menjaga bumi, khilafah juga bermakna berkesinambungan.
Maka manusia wajib menjaga kesinambungan kehidupannya. Untuk memungkinkan kesinambungan terjadi bumi tentu perlu kepastian keberlanjutannya (sustainability).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
