Mengeluh Soal Perbedaan Berarti Permusuhan, Haikal Hassan Malah Disuruh Ngaca

Terkini.id, Jakarta – Pakar sejarah Islam dan pendakwah, Haikal Hassan mengeluhkan kondisi zaman sekarang di mana perbedaan dianggap sebagai permusuhan.

“Pernah alami ini ? Saya pernah. Enakan balik jaman dulu. Nggak pada musuhan. Sekarang berbeda berarti musuh? Padahal berbeda pilihan, namun tetap bersatu. Itulah Indonesia,” kata Haikal Hassan melalui akun Twitternya pada Rabu, 12 Mei 2021.

Haikal Hassan membagikan cuitannya itu bersama sebuah foto lawas seorang laki-laki yang sedang dicukur di bawah sebuah pohon.

Baca Juga: Sebut Haikal Hassan Bermulut Sampah Penjual Agama, Politisi PDIP: Siapa...

Akan tetapi, cuitan mengharukan Haikal Hassan justru dibalas sindiran pedas oleh beberapa netizen.

Mereka menilai bahwa Haikal Hassan lah yang harus berkaca atas pernyataannya tersebut.

Baca Juga: Singgung Haikal Hassan, Politisi PDIP: Kadrun Satu per Satu Akan...

“Berkacalah, Pak. Saya bantu siapkan cermin yang besar untuk berkaca. Saya juga akan melakukan hal yang sama. Selamat Idul Fitri, Maaf Lahir dan Batin,” kata SidiBobyLukman.

“Siapa juga yang gak siap beda? siapa juga yang suka melabeli orang lain dgn kafir? siapa juga yang melarang-larang orang lain mendirikan tempat beribadah? Benar situ menerima perbedaan? Toko kaca masih buka pak, beli sono!” kata MuhHasbi.

“Kaca mana kaca.. Mana kaca,” kata KurtDead.

Baca Juga: Haikal Hassan Trending, Denny Siregar: Orangnya Ngumpet dan Main Blokir

Dalan cuitannya yang lain, Haikal Hasaan juga mengajak masyarajat untuk menghentukan panggilan-panggilan yang menunjukkan kubu-kubu.

Ia juga mengajak untuk berhenti melabeli orang lain dengan kata-kata seperti thoghut, sesat, dan lain-lain.

“Stop panggil Kadrun Cebong kampret kodok. Stop vonis Bid’ah Kafir Toghut Musyrik sesat,” kata Haikal Hassan.

“Yang dulu begitu, yuk sudahi. Ke depan, lebih kompak,” tambahnya.

Bagikan