Mengenal Jenderal Andika Perkasa: Mantan Paspampres Jokowi, Menantu Hendropriyono

Jenderal Andika Perkasa.(tribunnews)

Terkini.id, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Andika Perkasa, menjadi buah bibir di kalangan masyarakat karena langkah tegasnya mencopot Dandim yang istrinya nyinyir terhadap Wiranto.

Sikap perkasa misalnya ditunjukkan pada Jumat, 11 Oktober 2019, saat mengumumkan hukuman untuk Dandim Kendari yang istrinya mengunggah konten nyinyir terhadap penusukan Menko Polhukam Wiranto, di media sosial.

Andika Perkasa diketahui adalah menantu mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono.

Terlepas dari hubungan keluarganya dengan Hendropriyono, Andika Perkasa punya karier yang cemerlan di TNI.

Andika yang lulus dari Akmil tahun 87, merupakan lulusan terbaik di Seskoad, dan lulus dari sejumlah sekolah kemiliteran di luar negeri.

Andika Perkasa lahir di Bandung, 21 Desember 1964. Ia mengawali karier kemiliteran dengan lulus dari Akademi Militer pada 1987.

Usai lulus, Andika yang saat itu berpangkat letnan dua memangku sejumlah jabatan, seperti Komandan Peleton Grup 2/Para Komando, Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Komandan Unit 3, Grup 2/Para Komando, Kopassus, dan Komandan Subtim 2, Sat Gultor 81, Kopassus.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan kemiliteran di Sekolah Dasar Kecabangan (Sesarcab) Bidang Infanteri, Pendidikan Komando di Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus), dan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) dengan predikat lulusan terbaik angkatan 37 tahun 1999/2000.

Andika yang saat itu berpangkat mayor telah memangku beberapa jabatan penting di tubuh TNI Angkatan Darat (AD), seperti Perwira Menengah (Pamen) Kopassus dan Kepala Seksi Kajian Strategi Hankam di Kementerian Pertahanan.

Karier militer Andika semakin melejit dengan pendidikan umum dan kemiliteran yang ia tempuh di universitas di luar negeri, yaitu The Military College of Vermont, Norwich University, Amerika Serikat (AS), National War College, National Defense University AS, Harvard University, dan Pendidikan Kebijakan dan Administrasi Publik di The George Washington University, AS.

Selain itu, ia juga menyelesaikan pendidikan keperwiraan di Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (Seskoad) dan Lembaga Pertahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas RI).

Andika mulai dikenal publik pada 2013 saat menjabat Kepala Dinas Penerangan TNI-AD dengan pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen). Kariernya semakin menanjak pada masa Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2014.

Komandan Paspampres Jokowi

Tidak lama setelah Jokowi dilantik, Andika diangkat sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres). Dua tahun kemudian, Andika menduduki jabatan sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII Tanjungpura, Kalimantan Barat. Kedua jabatan tersebut ia duduki saat berpangkat Jenderal Bintang Dua (Mayor Jenderal).

Pada 2018, pangkat Andika naik menjadi Letnan Jenderal dan memangku sejumlah jabatan, yakni Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Dankodiklatad) dan Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) menggantikan Letjen Agus Kriswanto yang memasuki masa pensiun.

Tidak lama memangku jabatan sebagai Pangkostrad, pada 22 November 2018, Andika Perkasa resmi menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal TNI Mulyono yang saat itu memasuki masa pensiun. Pelantikan Andika sebagai KSAD mengukuhkan pangkatnya sebagai jenderal penuh (bintang empat) dalam tubuh kemiliteran TNI AD.

Berita Terkait
Komentar
Terkini