Terkini.id, Jakarta – Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menemukan ada kebohongan soal laporan yang disampaikan pasukannya, Komandan Batalyon.
Saat ini pihaknya tengah melakukan evaluasi besar-besaran terhadap jajaran TNI yang bertugas di daerah rawan konflik, salah satunya di Papua.
“(Evaluasi) ya itu tadi soal kejujuran, jadi yang baru-baru berangkat kemarin sudah kami brief habis, bahkan kepada yang sedang beroperasi di sana pun kita sampaikan evaluasi itu,” kata Andika dilansir dari laman Republika pada Senin, 21 Maret 2022.
Andika memerintahkan jajarannya agar tidak gegabah dalam memberi instruksi kepada anak buah, demi kepentingan pribadi.
“Karena kita juga jangan dong sampai terlalu ceroboh, pertimbangan uang untuk pribadi. Tetapi kemudian yang jadi korban anak buah,” jelas dia.
- DPR Setujui Pemberhentian Andika Perkasa Sebagai Panglima TNI
- Relawan Soal Andika Perkasa Diharapkan Jadi Cawapres Anies Baswedan: Lebih Pantas Diusung sebagai Capres
- Ari Nurcahyo Sebut Tiga Nama Non Partai Ini Layak Jadi Capres 2024
- Analis Militer Sebut Jenderal Dudung Akan Buat Sekolah Sendiri Jika Anaknya Tidak Diterima Akmil
- Eks Panglima TNI Samakan Ucapan Effendi Simbolon Dengan Proses Pembusukan TNI
Andika menjelaskan, Komandan Pos Koramil Gome melaporkan adanya gelar pasukan pengamanan yang dilakukan di sejumlah lokasi. Namun, ternyata pengamanan yang dilaksanakan berada di sebuah lokasi proyek galian pasir.
Andika menuturkan, Komandan Pos Koramil Gome sengaja menutupi laporan itu agar tidak ketahuan oleh atasannya. Selain itu, keputusan menggelar pasukan pengamanan di lokasi proyek galian pasir tersebut juga tidak mempertimbangkan faktor keamanan para pajurit.
“Itulah yang kemudian ditutupi, harapannya nggak ketahuan, tapi juga pada saat bersamaan, cara komandan pos ini menggelar di tempat galian pasir tadi itu nggak sama sekali nggak ada pertimbangan. Bagaimana supaya misalnya aman, satu itu salah karena nggak ada izin,” ungkap dia.
Diketahui, tiga prajurit Satgas Kodim YR 408/Sbh gugur saat kontak tembak dengan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Tigilobak, Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua pada Kamis, 27 Januari 2022.
Tiga prajurit TNI AD yang meninggal dunia, yakni Serda M Rizal Maulana Arifin, Pratu Tupel Alomoan Baraza dan Pratu Rahman Tomilawa. Sementara itu, satu prajurit lainnya bernama Pratu Syaiful mengalami luka tembak dan dalam kondisi kritis.
Kejanggalan insiden tersebut terungkap setelah Tim Investigasi Kodam melakukan penyidikan lebih lanjut.
Andika mengakui bahwa pelaku penyerangan tersebut merupakan KKB. Namun, dia menjelaskan, ada juga peran Danki yang menyembunyikan informasi sebenarnya soal penyerangan tersebut.
Menurut dia, Danki menggelar pasukan hanya untuk mendapatkan tambahan uang dan tidak memikirkan keselamatan para prajuritnya.
“Karena kita di sini semuanya memikirkan dukungan, kemudian bagaimana melindungi anggota. Di sana hanya begini-begini saja rupanya. Maksudnya, pertimbangan pendek sekali, hanya soal, ‘oh, kita dapat uang tambahan untuk pengamanan di situ,’ dikorbankan semua,” ungkap dia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
