Di surah As-Shof Allah mengingatkan pentingnya “tasbih” (mensucikan) Allah hanya kepada Allah pemilik langit dan bumi. Bertasbih bermakna bahwa dalam menjalani kehidupan hendaknya “kebesaran“ Allah selalu menjadi pijakan dan acuan.
Hal inilah yang dalam konteks keindonesiaan kita disebut “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Pasal pertama Pancasila yang selalu menjadi rujukan bagi semua pasal-pasal Pancasila.
Sekaligus mengingatkan bahwa Indonesia hanya akan menjadi besar dan kuat ketika nilai-nilai dan ajaran ketuhanan itu diambil secara serius dan sungguh-sungguh.
Itu pulalah yang menjadi poin penting dalam kaitan keinginan menjadikan Indonesia Emas. Tanpa Ketuhanan yang Sungguh-Sungguh dan jujur Indonesia Emas itu selamanya akan sekedar menjadi slogan yang kosong.
Al-Qur’an menegaskan: “sekiranya penduduk negeri itu beriman dan bertakwa niscaya Kami (Allah) akan bukakan keberkahan dari langit dan bumi”.
- Rayakan 6 Tahun, PINTU Dorong Ekosistem dan Adopsi Crypto Nasional
- DPRD Makassar Desak Dinas Pendidikan Larang Acara Perpisahan Siswa di Luar Sekolah
- BSI Gerakkan 10 Ribu Perempuan Selamatkan Bumi Lewat Aksi Tanam Pohon
- Pemprov Sulsel Matangkan RKPD 2027, Fokus Tekan Stunting dan Lindungi Kelompok Rentan
- Gubernur Sulsel Usulkan Sejumlah Proyek Jalan dan Jembatan Strategis ke Kementerian PU
Menegaskan bahwa keberkahan bumi itu akan diberikan ketika keberkahan langit kita ketuk secara sungguh-sungguh.
Karenanya sekali lagi jangan sampai atas nama dan hawa nafsu pembangunan nilai-nilai Rabbani (Ketuhanan) diabaikan.
Lebih runyam lagi kalau atas nama membangun lalu nilai-nilai agama dipandang seolah jadi penghambat. Karenanya jilbab misalnya ingin dilepaskan hanya karena ada acara penaikan bendera RI… aneh tapi nyata! (Bersambung…).
Bellevue hospital, 17 September 2024
Presiden Nusantara Foundation
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
