Mengintip Kiprah Azhar Arsyad di Balik Duet Pilgub Sulsel

Mengintip Kiprah Azhar Arsyad di Balik Duet Pilgub Sulsel

K
Kamsah

Penulis

Terkini, Makassar — Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad, diproyeksikan akan berpasangan dengan bakal calon Gubernur Sulsel, Moh Ramdhan Pomanto, dalam Pilkada Sulsel yang akan berlangsung pada 27 November 2024.

Poster pasangan Danny-Azhar (DIA) untuk Pilgub Sulsel sudah banyak beredar di media sosial.

Tak banyak yang mengenal sosok Azhar Arsyad, seorang politikus dengan rekam jejak yang mumpuni. Lahir di Ujungpandang pada 1 September 1967, Azhar pertama kali terpilih menjadi Anggota DPRD Sulsel pada 2019 dengan mengumpulkan 12.213 suara di daerah pemilihan (dapil) IX yang meliputi Kabupaten Pinrang, Sidrap, dan Enrekang.

Karier Azhar sebelum terjun ke dunia politik juga cukup gemilang. Ia memulai kiprahnya sebagai Ketua PMII Makassar pada 1997-1998. Kemudian, ia bekerja sebagai Staff di LKPMP, sebuah lembaga yang fokus pada studi dan pengembangan masyarakat serta pesantren. Pada 1998 hingga 2000, Azhar menjadi Kepala Departemen Advokasi di lembaga yang sama.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini juga pernah menjabat sebagai Direktur Lembaga Kajian dan Pengembangan Masyarakat dan Pesantren pada 2000-2003.

Baca Juga

Dari 2003 hingga 2005, Azhar memegang posisi sebagai Koordinator Forum Informasi dan Komunikasi untuk NGO (FIK-ORNOP) Sulawesi Selatan.

Selanjutnya, pada 2005-2011, Azhar menjadi Koordinator Provinsi untuk Program Pendidikan Dasar Terdesentralisasi (DBE) yang didanai oleh USAID melalui The Asia Foundation. Keberhasilannya di dunia pendidikan dan advokasi membawanya ke kursi parlemen pada 2019, di mana ia kini menjabat sebagai Wakil Ketua II Komisi D DPRD Sulsel.

Selain pencapaiannya di tingkat provinsi, Azhar juga sempat masuk dalam bursa calon Wali Kota Makassar. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Makassar telah menyatakan dukungannya untuk Azhar maju dalam Pilkada Makassar.

Dalam Pileg 2024, PKB berhasil meraih 5 kursi di DPRD Kota Makassar. Namun, untuk dapat mengusung pasangan calon wali kota dan wakil wali kota, dibutuhkan minimal 10 kursi.

Dengan latar belakang yang kuat di bidang advokasi dan pendidikan, serta pengalaman politik yang solid, Azhar Arsyad menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam kancah politik Sulsel.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.