Terkini, Makassar — Pemerintah kembali menggelar pendataan untuk program tiga juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Di Kota Makassar, sebanyak 2.500 kepala keluarga (KK) telah didata oleh tim Enumerator Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sejak 16 Januari 2025.
Pendataan ini mencakup sembilan kecamatan, yakni Tamalate, Tallo, Mariso, Panakkukang, Rappocini, Makassar, Bontoala, Ujung Tanah, dan Tamalanrea.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Makassar, Mahyuddin, menyatakan bahwa hasil survei akan diumumkan pada 16 Februari 2025.
“Kami masih menunggu keputusan dari Kementerian PUPR. Apakah akan ada pembangunan rumah baru atau kebijakan lain, itu masih dalam pembahasan,” ujar Mahyuddin, Rabu, 5 Februari 2025.
- Ketum MUI Kiai Anwar Iskandar Apresiasi Pengukuhan Massal 10.000 Guru Qur'an Wahdah Islamiyah
- Inkubator Arsitek Muda Dorong Alumni Arsitektur JTSP UNM Bangun Praktik Profesional Mandiri
- Investasi pada Talenta Lokal, PT Vale Kembali Buka Beasiswa Komunitas Luwu Timur
- Inovasi Tim Teknik Elektro Unram Bantu Pengawasan Area Bebas Rokok
- Tim URC Resmob Polres Jeneponto Ringkus Terduga Pelaku Curat Di Pangkep
Ia menjelaskan bahwa masyarakat yang didata adalah mereka yang belum memiliki rumah dan berpenghasilan di bawah Upah Minimum Regional (UMR).
Meski demikian, belum ada kepastian mengenai skema realisasi program tersebut di Makassar.
Tantangan Lahan
Kota Makassar menghadapi tantangan besar dalam pembangunan rumah subsidi. Keterbatasan lahan dan harga tanah yang terus meningkat menjadi kendala utama.
Menurut Mahyuddin, membangun rumah tapak di Makassar semakin sulit dilakukan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
