Terkini.id, Jakarta – Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean (FH) melontarkan sindiran keras kepada Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar.
Ferdinand Hutahaean “mengasihani” Musni Umar yang memiliki gelar panjang dan berstatus rektor, namun minus literasi dan miskin narasi.
“Kasihan sekali bapak ini. Gelar panjang, status rektor tapi minus literasi miskin narasi,” katanya melalui akun Twitter @FerdinandHaean3 pada Minggu, 24 Oktober 2021.
Ferdinand Hutahaean menilai bahwa pernyataan yang dilontarkan Musni Umar tak jauh dari provokasi bernuansa SARA.
“Padahal semestinya sebagai seorang rektor, pendapatnya ilmiah,” ungkap Musni Umar.
- Ajak Masyarakat Dukung Roy Suryo, Mustofa Nahra Diserbu Warganet: Salah Kok Dibela
- Kaesang Kena Sentil Politisi Partai Umat Soal Kepemilikan Persis Solo: Tweet Paling Norak yang Saya Baca
- Mustofa Nahrawardaya: Parah, Abu Janda Kenapa Tidak Pernah Kena Hukuman?
- Soal Pejabat India Menghina Nabi, Partai Ummat: Hukum Mati, Cukup Jelas!
- Bandingkan Wanita Indonesia Dengan Arab, Kader Partai Ummat: Kalau Arab Cakep, Mancung!
“Dulu jurnal internasionalnya apa ya sebelum dapat gelar Profesor? Penasaran saya..!” tambahnya.
Ferdinand mengatakan itu sebagai respons terhadap pernyataan Musni Umar bahwa umat Islam adalah penganut agama mayoritas, namun lemah dalam segala hal.
Menurut Musni Umar, Umat Islam lemah karena tidak memegang kekuasaan secara politik.
“Umat Islam mayoritas di Indonesia, tetapi lemah dalam segala hal,” katanya pada Sabtu, 23 Oktober 2021.
“Ini terjadi karena secara politik tidak memegang kekuasaan. Umat Islam seharusnya bagaimana?” tambah Musni Umar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
