Terkini, Makassar – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel sempat menyoroti rencana pengadaan Dinas Sumber Daya Alam Cipta Karya dan Tata Ruang (SDA-CKTR) Pemprov Sulsel, karena menganggarkan Rp13 miliar lebih untuk pembangunan taman Andalan di CPI Kota Makassar.
Selain taman Andalan CPI, terdapat juga rencana pengadaan pembangunan Taman Al-Markaz Al-Islam Makassar yang menelan anggaran Rp3 miliar lebih.
Meskipun pada pembahasan Banggar sempat menyoroti pengadaan taman yang dianggap bukan skala prioritas. Namun Banggar tidak mampu mengganggu atau mengubah nilai usulan anggaran untuk pembagunan taman.
Apalagi pengadaan taman, masuk dalam Nota Keuangan Perda Perubahan APBD 2025 yang telah disahkan oleh gubernur beraama pimpinan dewan, pada rapat paripurna DPRD Sulsel, di Kantor Dinas Bina Marga dan Kontruksi Sulsel, Jalan AP Pettarani Kota Makassar, Jumat 12 September 2025.
Anggota Banggar DPRD Sulsel, Fatriaty AS menjelaskan, alasan pihaknya tidak menggangu anggaran pengadaan taman, karena bisa menimbulkan persoalan hukum karena dianggap proyek mangkrak.
- MTQ VIII KORPRI di Makassar, Sejumlah Lokasi Parkir Disiapkan untuk Peserta dan Tamu
- Asmo Sulsel Bagikan Pesan Keselamatan: Jangan Biarkan Handphone Ganggu Fokus Berkendara
- Makin Kritis! Keluarga Besar, Parpol, Anggota DPRD hingga Sejumlah ASN Dikabarkan Tak Percaya Bupati Gowa
- Demi Kualitas Hidup Masyarakat, PT Vale-Kodim 1412 dan Pemkab Kolaka Wujudkan Hunian Layak dan Akses Kesehatan
- PLN Mobile Padel Competition 2026 'Smash Your Energy' Dimulai, Kolaborasi PLN dengan 52 Instansi
“Proyek Taman Al-Markaz dan Andalan CPI itu sempat ada pemanggilan di Polda Sulsel karena dianggap proyek mangkrak. Jadi mau tidak mau proyek itu harus dilanjutkan sampai selesai,” Jelas Fatriaty.
Selain itu, lanjut Enceng sapaan akrab Fatriaty, proyek pengadaan taman itu sudah melakukan tandatangan kontrak dengan pihak ketiga.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, alasan Pemprov Sulsel membangun taman karena indeks Ruang publik (public space) terendah se-Indonesia salah satunya adalah Kota Makassar.
“Makanya kalau kita cberut di Makassar karena kurang public space, ruang terbuka hijau. Makanya kita bangun taman Al-Markaz, bahkan kita minta izin sama pak Jusuf Kalla untuk pembangunan taman Al-Markaz,” ungkap Andi Sudirman pada rapat paripurna.
“Setiap kebijakan yang kita buat tidak lain adalah mandatoring untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
