Makassar Terkini
Masuk

Minta Tolong ke Jokowi dan Kapolri, Ketum KNPI: Buka ke Publik Siapa Oknum yang Ingin Celakai Saya

Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia atau Ketum KNPI, Haris Pertama meminta menyebut bahwa orang-orang yang menganiayanya dibayar untuk melukainya.

Ia pun meminta tolong kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo untuk membuka ke publik soal siapa oknum yang melukainya.

“Mereka di bayar untuk melakukan penganiayaan yang mengakibatkan diri saya hampir saja kehilangan nyawa,” kata Haris Pertama melalui akun Twitter pribadinya pada Selasa, 22 Februari 2022.

“Tolong pak Jokowi dan pak Listyo Sigit P, buka ke publik siapa oknum yang ingin mencelakai diri saya dan mungkin ingin menghabisi saya,” sambungnya.

Dilansir dari CNN Indonesia, polisi telah menangkap beberapa pelaku penganiayaan terhadap Haris Pertama.

Sejauh ini, polisi telah menangkap tiga orang tersangka yakni MS, JT, dan SS. Sedangkan dua orang lainnya yakni H dan I masih buron dan dalam upaya pengejaran.

Polda Metro Jaya menyebut para tersangka pengeroyokan tersebut rata-rata berprofesi sebagai debt collector.

“Profesi swasta debt collector,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes, Tubagus Ade Hidayat pada Selasa, 22 Februari 2022.

Dalam kasus ini empat orang berperan sebagai eksekutor atau pengeroyok yakni, MS, JT, H, dan I. Keempatnya disebut diperintahkan oleh SS.

Tubagus mengungkapkan bahwa para eksekutor itu mendapat imbalan sebesar Rp1 juta per orang untuk mengeroyok Haris.

“Betul (mendapat imbalan) yang sudah diterima (Rp1 juta),” ucap Tubagus.

Dalam melakukan aksinya, keempat eksekutor itu juga memiliki peran berbeda.

Tersangka A berperan memukul menggunakan batu dan JT memukul korban tiga sampai empat kali pada bagian wajah dengan tangan kosong.

Adapun tersangka MS menendang wajah dan badan korban. Terakhir, tersangka I memukul korban dengan menggunakan helm.

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat Pasal 170 KUHP ayat 2 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Sementara, untuk tersangka SS selaku pemberi perintah turut dikenakan Pasal 55 KUHP Jo Pasal 20 KUHP.

Sebelumnya, Haris Pertama menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang tak dikenal di parkiran sebuah restoran di Cikini, Jakarta Pusat, pada Senin, 21 Februari 2022.

Peristiwa pengeroyokan itu kemudian dilaporkan Haris ke Polda Metro Jaya dan teregister dengan nomor LP/B/928/II/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA, tanggal 21 Februari 2022.