Muhammad Shamsi Ali Cerita Soal Perjuangannya Sebarkan Islam di Amerika

Shamsi Ali
Imam Islamic Center of New York Muhammad Shamsi Ali

Terkini.id, Makassar – Imam Islamic Center of New York Muhammad Shamsi Ali mengatakan, komunikasi yang salah dalam menyampaikan kebenaran dapat disalahartikan. Untuk itu, ia mengimbau untuk selalu berlaku bijak dalam merespons segala persoalan.

Hal itu ia sampaikan saat Bedah Buku Menapak Jalan Dakwah di Bumi Barat di Aula Pascasarjana UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Senin, 21 Oktober 2019.

Buku itu bercerita ihwal perjuangan Shamsi Ali dalam membangun konsepsi masyarakat Amerika tentang Islam yang selama ini disalahartikan.

“Saya tidak pernah membayangkan hidup di pusat kapitalisme,” kata dia.

Ia juga berkisah soal awal mula kedatangannya di Amerika. Shamsi Ali juga memaparkan langkah yang ia tempuh sehingga mampu memberi pengaruh dan mendapat penghargaan sebagai orang berpengaruh satu-satunya tokoh non militer di Amerika.

“Agama itu keyakinan sementara dakwah itu wasilah (ikatan). Itu dua hal yang berbeda,” ujar dia.

Dia pun menjelaskan bahwa Islam mendapat hujatan sebagai teroris di Amerika lantaran masyarakat mendapat doktrin sejak kecil ihwal Islam sebagai simbol teroris dan ketertinggalan.

“Saya pernah diundang ceramah di sebuah sekolah dan saya membaca buku yang diajarkan kepada siswa. Di sana, mereka diajarkan seluruh agama, dan Islam di simbolkan dalam buku tersebut melalui sosok berjubah danbertubuh besar sambil memegang pedang dan berdiri di padang pasir,” ungkapnya.

“Arab punya konotasi buruk di Barat. Padang pasir sebagai simbol keterbelakangan. Islam dianggap inspirasi teroris,” sambungnya.

Ia pun menegaskan bahwa Islam adalah agama global. Untuk itu, dia mengatakan membangun pergaulan lintas agama dan mendiskusikan berbagai hal.

“Keyakinan adalah satu hal dan membangun kelompok dengan seluruh agama merupakan hal lain,” ungkapnya.

Ia bercerita ketika Presiden Amerika Donald Trump mengeluarkan kebijakan tentang melarang muslim masuk di Amerika, seorang pemimpin Yahudi mendatangi dirinya dan bertanya. “Apa yang bisa saya bantu,” kata dia.

Dia pun terdiam, dan pemimpin yahudi tersebut kemudian berkata “Mari kita melakukan demonstrasi dengan syarat kamu yang pimpin”.

Akhirnya, kata Shamsi, dirinya memimpin aksi melawan kebijakan Trump. Dia mengatakan bukan hanya Islam yang turun ke jalanan namun ribuan orang dari berbagai agama pun turun ke jalan.

Dia pun berkisah ketika seorang perempuan mendatangi dirinya dan memaki dan mengolok-olok nabi Muhammad saw.

Dia mengatakan sangat marah namun ia membayangkan bagaimana bila seandainya nabi berada pada posisi tersebut.

“Maka ketika dia selesai bicara dan hendak pulang saya memanggilnya, mendatangi dan mengajaknya salaman sambil tersenyum,” kata Shamsi.

Beberapa pekan setelahnya, perempuan itu datang lagi dan mengatakan “saya tidak bisa tidur nyenyak semenjak hari itu”. Dia mengaku heran dan merasa ada yang salah terhadap cara pandangnya terhadap Islam.

“Sejak saat itu dia tertarik belajar Islam, saat ini dia selalu menerjemahkan Alquran dan membagikan kepada masyarakat yang lewat,” paparnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

Mengapa Ahok Perlu Memimpin Pertamina?

TADINYA, sistem pengelolaan Migas di Indonesia menerapkan skema bagi hasil atau Production Sharing Cost (PSC) cost recovery.Namun sekarang sudah diganti dengan skema Gross Split.
Opini

Hong Kong Sedang Merusak Dirinya Sendiri

MULANYA adalah kriminal biasa. Chan Tong-Kai, remaja Hongkong usia 20 tahunan menikmati liburan bersama kekasihnya Poon Hiu-wing di Taiwan, Fabruari 2018.Tapi tampaknya pasangan itu
Opini

Pengusaha Terseret

ACARANYA makan siang. Dengan delapan pengusaha besar di Jakarta. Hanya makan siang. Masakan Italia. Di Shangri-La Hotel.Saya memanfaatkannya untuk survei kecil-kecilan. Saya tanya mereka
Opini

Bangga Claudia

WARTAWAN Radar Cirebon saya minta ke Grage City Mall. Ke lantai 2. Di situ ada gerai cepat saji. Namanya sangat masa kini: Pota Friend."Tutup
Opini

Produksi Garam Jeneponto Semakin Merosot

GARAM merupakan bumbu masak yang paling sering digunakan oleh ibu rumah tangga. Tidak lengkap rasanya jika suatu masakan tidak ditambahkan garam. Berbicara mengenai garam,
Opini

Putusan Ayodhya

Satu masjid.Ribuan orang tewas.Entah masih akan berapa ribu lagi.Tergantung apa yang akan terjadi berikutnya. Setelah ada putusan mahkamah agung Sabtu kemarin.Ini bukan sembarang masjid:
Opini

Ibu Kota Sepaku

SAYA ke ibu kota Indonesia. Sabtu kemarin. Setelah acara wisuda di Universitas Mulia Balikpapan.Ke sebelah mananya?Ke pinggirnya.Belum bisa ke tengahnya? Belum ada jalan ke
Opini

Ikut Ribut Tentang Cadar dan Cingkrang

WACANA melarang ASN memakai celana cingkrang dan cadar, menjadi bola panas. Sepekan sudah masalah ini jadi polemik. Berkepanjangan, digoreng sana-sini, dikomentari ragam kalangan.Padahal, aturan
Opini

Anies Baswedan dan Partai Nasdem

ANIES mengatakan bahwa dia hadir di Kongres Nasdem karena posisinya sebagai Gubernur DKI. Yang kebetulan kongres diadakan di Jakarta, maka wajarlah dia hadir. Saya sudah