SEKITAR akhir Oktober tahun 2024 lalu, saya diundang hadir dalam sebuah pertemuan kecil di kawasan Hillside Queens, New York.
Saya diberitahu bahwa acara ini diadakan sebagai ajang pengenalan salah seorang calon walikota New York, Zohran Mamdani.
Saya mengenal Zohran karena telah beberapa kali hadir di Masjid kita, Jamaica Muslim Center, baik pada Sholat jumatan maupun Idul Fitri/Adha.
Yang mengejutkan saya adalah ketika mengetahui Zohran Mamdani akan maju menjadi salah seorang calon walikota New York dari Partai Demokrat.
Saya terkejut karena Zohran Mamdani, walaupun sudah menduduki posisi anggota DPRD (State Assembly) New York, namun relatif masih belum dikenal di Kota New York.
- 30 Cabor Keluarkan Rekomendasi, Berdasarkan ADRT Musorkablub Koni Jeneponto Sah Dilaksanakan 27 April 2026
- Srikandi Semen Tonasa dan SIG Gelar Talkshow "Kartini Who Rises Beyond the Glass Ceiling"
- Forum Lintas Angkatan Sastra UMI Kecam Keras Kekerasan di Kampus UMI: Tuntut Investigasi Tuntas
- Hadirkan Kebermanfaatan, YBM PLN UID Sulselrabar Berikan Senyum bagi Anak Panti Asuhan dan Dhuafa
- Berkat Program TJSL PLN, Produk UMKM Rumah BUMN Selayar Tembus Pasar Modern
Apalagi keterlibatannya di perpolitikan New York juga relatif baru (2021). Terlebih lagi posisinya sebagai anggota DPRD (Assemblyman) negara bagian New York tidak lebih bergengsi ketimbang DPRD Kota New York.
Karenanya bagi saya keputusannya untuk maju menjadi calon Walikota adalah sebuah keberanian yang pastinya terkalkulasi secara baik.
Walaupun acara itu adalah acara kampanye politik, namun naluri saya sebagai Imam tidak pernah berkurang. Karenanya dalam sambutan saya sampaikan kutipan sebuah ayat dari Surah Toha ayat 42.
Ayat singkat ini memberikan pesan kepada Musa untuk bangkit bersama saudaranya (Harun) di hadapan Fir’aun dengan berbekal ayat-ayat Allah dan dengan energi “zikrullah”.
Dalam sambutan itu saya memaknai kata “izhab anta bi ayaati” (berangkatlah engkau dengan ayat-ayatKu) sebagai pentingnya membangun pergerakan (movement) yang terstruktur dalam rangka melawan kekuatan opressif. Dan Fir’aun dalam sejarah kita kenal sebagai Kekuatan opresif pada masanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
