Masuk

Mulai Senin 5 Desember 2022, Perumda Pasar Makassar Raya Berlakukan Aturan Kawasan Tanpa Rokok

Komentar

Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar melalui Perumda Pasar Makassar Raya (Karya) mulai Senin 5 Desember 2022 memberlakukan peraturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) bagi seluruh pegawai di kantor Perumda Pasar Makassar Raya.

Direktur Umum Perumda Pasar Makassar Raya, Muhajir mengatakan aturan tersebut merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar Nomor 4 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Menurutnya, melalui Perda ini pihaknya mengimbau kepada seluruh jajaran pegawai agar tidak lagi merokok di sejumlah ruangan tanpa terkecuali. Berlaku mulai Senin 5 Desember 2022.

Baca Juga: DPRD Makassar Sahkan Perda Perumda Pasar Makassar Raya

“Kami mulai menerapkan aturan Perda Kawasan Tanpa Rokok di sejumlah ruangan. Berlaku bagi seluruh pegawai tanpa kecuali. Dengan harapan tidak mengganggu aktivitas pegawai lain yang tidak merokok,” beber Muhajir dalam keterangan resminya yang diterima redaksi terkini.id, Senin 5 Desember 2022.

Disebutkan Muhajir, ada sejumlah tempat yang mesti ditaati oleh seluruh pegawai, terutama ruang-ruang yang ber AC. Kecuali ruang tunggu terbuka di loby kantor Perumda Pasar.

“Kita terapkan aturan ini di semua ruangan terutama yang ber AC. Kecuali ruang terbuka seperti di loby kantor,” tegasnya.

Baca Juga: Bersama Perumda Pasar Jaya, Polri-TNI Gelar Vaksinasi untuk Para Pedagang

Muhajir menyampaikan bahwa tidak dapat dipungkiri resiko gangguan kesehatan lebih besar bagi perokok pasif.

Untuk itu, dirinya meminta kepada perokok aktif untuk mencari tempat di luar ruangan.

“Jangan sampai mengganggu pegawai lain yang bukan perokok. Asapnya tentu sangat mengganggu,”bebernya.

“Bagi pelanggar juga ditegaskan harus diberikan sanksi. Sebagaimana yang ada dalam perda tersebut, harus diberikan sanksi dan ini perlu ditegasi,”tandasnya.

Baca Juga: Terapkan Perda Kawasan Bebas Rokok, Gowa Raih Penghargaan Pastika Parama

Sebagaimana diketahui, Perda ini memang terbit merujuk pada Undang-Undang Kesehatan.

Untuk itu, diingatkan agar Perda tersebut lebih diperhatikan karena banyaknya asas manfaat yang diperoleh.

“Saya harap aturan Perda ini mendapat perhatian khusus, karena asas manfaatnya banyak dirasakan. Diantaranya kualitas udara di kantor makin segar dan nyaman. Baunya juga tidak bikin sesak,”tutupnya.