Soal Kasus ACT, Muslim Arbi: Bisa Jadi Settingan Untuk Menutupi Kasus Besar

Terkini.id, Jakarta – Muslim Arbi selaku Direktur Gerakan Perubahan memberikan komentarnya terkait kasus penyelewengan dana donasi yang dilakukan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Muslim Arbi menilai serangan yang ditunjukkan kepada ACT saat ini mencurigakan. Lebih lanjut lagi, Muslim Arbi mengatakan kasus ACT ini dapat dijadikan settingan untuk menutupi kasus besar yang melibatkan pejabat tinggi negara.

“Sekarang ini serangan ke ACT karena punya dana besar. Tampaknya ada upaya untuk memanfaatkan dana ACT dengan pola-pola serangan isu-isu yang kurang jelas itu. Bisa jadi serangan itu sebagai settingan untuk menutupi kasus-kasus besar yang melibatkan petinggi negara,” ujar Muslim Arbi, dikutip dari rmol.id, Rabu 6 Juli 2022.

Baca Juga: Mayoritas Dana ACT Disebut untuk Beli Villa, Warganet Sebut Kelakuan...

Muslim Arbi menilai selama ini rumor mengenai terorisme yang berkaitan dengan Organisasi Masyarakat (Ormas) seperti FPI, HTI, ISIS, dan Khilafah terus dibuat jadi propaganda yang sebenarnya tidak berbahaya.

“Propaganda itu lebih karena mainan intelijen belaka. Soal FPI, misalnya. Banyak melakukan kerja-kerja sosial dan kemanusiaan. Bahkan setelah FPI dibubarkan, malah pemerintah kedodoran dalam mengatasi bencana di berbagai daerah,” ucap Muslim Arbi.

Baca Juga: Polri Sebut Ketua Umum Koperasi Syariah 212 Akui Terima Dana...

“Padahal keberadaan FPI itu sangat membantu di berbagai (daerah) bencana, mulai dari Aceh, hingga ke berbagai bencana alam di berbagai daerah. Sekarang setelah FPI dibubarkan, pemerintah kebingungan, tidak mendapatkan mitra seperti FPI dalam mengatasi bencana alam dan bencana kemanusiaan,” lanjut Muslim Arbi.

Kasus ACT ini menurut Muslim Arbi hanya menunjukkan kerapuhan pemerintah Indonesia dalam mengatasi kasus besar.

“Kasus-kasus korupsi dan ketiadaan sumber dana untuk kelola pemerintahan maka akhirnya munculah settingan semacam isu ACT itu,” imbuh Muslim Arbi.

Baca Juga: Polri Sebut Ketua Umum Koperasi Syariah 212 Akui Terima Dana...

Sebagai informasi, Kementerian Sosial telah mencabut izin pengumpulan uang dan barang lembaga kemanusiaan ACT.

Keputusan dicabutnya izin ACT telah tertuang dalam Keputusan Menteri Sosial No 133/HUK/2022 tentang Pencabutan Izin Penyelenggaraan Pengumpulan Sumbangan.

Ibnu Khajar selaku Presiden ACT mengaku kaget atas diterbitkannya Keputusan Menteri Sosial ini. 

“Kami perlu menyampaikan kepada masyarakat bahwa kami sangat kaget dengan keputusan ini,” ungkap Ibnu Khajar di kantor ACT, dikutip dari suara.com, Rabu 6 Juli 2022.

Menurut Ibnu Khajar, selama ini ACT selalu bekerja sama dengan pemerintah dalam kasus penyelewengan dana sumbangan ini.

“Artinya kami telah menunjukkan sikap kooperatif. Kami juga sudah menyiapkan apa saja yang diminta oleh pihak Kemensos, terkait dengan pengelolaan keuangan,” papar Ibnu Khajar.

Bagikan