Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya mempertanyakan mengapa perbuatan apa pun yang dilakukan pegiat media sosial, Permadi Arya alias Abu Janda tidak pernah mendapatkan hukuman.
Hal ini dikatakan Mustofa Nahra saat menanggapi berita soal Abu Janda yang mengunggah video editan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan soal Aksi Cepat Tanggap (ACT).
“Parah, dan ini sudah sangat berbahaya,” kata Mustofa Nahra melalui akun Twitter @MNW_MNW_MNW, seperti dikutip Terkini.id pada Kamis, 7 Juli 2022.
“Perbuatan apapun Abu Janda, kenapa tidak pernah kena hukuman?” sambungnya.
Dilansir dari CNN Indonesia, Abu Janda telah buka suara soal potongan video pidato Anies Baswedan mengenai Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang ia unggah.
- Wasekjen PBNU Minta Polri Ungkap Aliran Dana di Kasus ACT, Mustofa Nahra: Sekalian Aliran Dana dari Maming
- Ruhut Sindir Anies yang Nikahkan Anak Pakai Bahasa Arab, Mustofa Nahra: Ini Udah Keterlaluan
- Kader Partai Ummat Bela Roy Suryo Dibebaskan, Habib Husin: Bahaya Kalau Didiamkan!
- Mustofa Nahra Dukung Roy Suryo, Husin Shihab: Artinya Penistaan Agama Hanya Berlaku Bagi Islam
- Ajak Masyarakat Dukung Roy Suryo, Mustofa Nahra Diserbu Warganet: Salah Kok Dibela
Permadi menjelaskan bahwa apa yang diunggahnya merupakan sebuah parodi atau sekadar lucu-lucuan.
“Caption jelas ditulis parodi, humor plesetan. Buat lucu-lucuan,” ujar Abu Janda pada Kamis, 7 Juli 2022.
Abu Janda juga membantah tudingan bahwa video yang ia unggah adalah hoaks. Menurutnya, keterangan dalam unggahan tersebut sudah menjelaskan.
“Bukan hoaks kalau sudah clear dijelaskan itu parodi,” katanya.
Sebelumnya, Abu Janda mengunggah video yang diduga tidak utuh atau sudah melewati proses pengubahan.
Dalam video versi Abu Janda, Anies Baswedan dibuat seolah-olah mengatakan “ACT menciptakan sebuah sistem yakni masyarakat yang kekurangan memberikan kepada yang berpunya”.
Dalam video versi Abu Janda ini, Anies Baswedan menyebut hal itu sebagai inovasi profit.
Pada video itu, Abu Janda membubuhkan tulisan “Anies menjelaskan sistem ACT”.
Abu Janda menyelipkan kata ACT sebagai Aksi Cuan Terus, namun dilanjutkan dengan kata parodi di dalam kurung.
“Pak Anies Baswedan menjelaskan sistem ACT Aksi Cuan Terus (Parodi) akhirnya jadi jelas setelah dijelaskan pak Anies,” tulis Abu Janda.
Belakangan, ditemukan video serupa versi utuh atau belum diedit. Video itu ditayangkan di situs resmi ACT.
Dalam video asli, Anies Baswedan mengatakan hal sebaliknya dari video yang yang diunggah oleh Abu Janda.
“Karena itu saya menyampaikan apresiasi bahwa ACT langsung bertindak cepat, langsung bertindak tanggap. Menciptakan suatu sistem di mana mereka yang berpunya memberikan kepada mereka yang kekurangan, mereka yang berlebih memberikan kepada mereka yang membutuhkan,” kata Anies Baswedan.
“Sistem ini merupakan sebuah pendekatan yang amat menarik karena bukan lewat negara tapi lewat antar masyarakat,” sambungnya.
Sekedar informasi, ACT dalam beberapa hari terakhir mendapat sorotan publik setelah Majalah Tempo mengeluarkan laporan utama berjudul “Kantong Bocor Dana Umat”.
Laporan tersebut membahas soal isu gaji petinggi ACT yang mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Dalam laporan tersebut juga disebut bahwa petinggi ACT menerima sejumlah fasilitas mewah dan memotong uang donasi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
