PBNU Sebut Penganut Wahabi dan Salafi Sering Menyebut Kelompok Lain Sesat dan Kafir, Netizen: Cuma Ormas Ini yang Merasa Paling Benar

PBNU Sebut Penganut Wahabi dan Salafi Sering Menyebut Kelompok Lain Sesat dan Kafir, Netizen: Cuma Ormas Ini yang Merasa Paling Benar

R
Muhammad Ifan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Fahrurrozi alias Gus Fahrur menyebut penganut Wahabi dan Salafi sering menyebut kelompok lain sesat dan kafir.

Dalam pernyataanya, Fahrur mengatakan warga NU sering kali menjadi sasaran dua kelompok tersebut. Menurutnya, dua kelompok itu tak bisa menerima akulturasi ajaran Islam dengan budaya seperti yang dilakukan NU.

“Kedua paham itu sering kali dianggap sebagai akar ideologi garis keras yang gampang memberi stempel bid’ah, sesat, bahkan kafir kepada kelompok lainnya, khususnya kepada kaum muslimin tradisional NU,” kata Fahrur dilansir dari CNN Indonesia.

Berita terkait Mahfud ini ramai direspon oleh banyak netizen di media sosial Twitter, salah satunya datang dari pengguna bernama @Emikamutuch.

Dalam cuitan sindirannya, akun Twitter @Emikamutuch mengatakan jika NU adalah ormas yang selalu merasa paling benar.

Baca Juga

“Cuma ormas ini yg selalu merasa paling benar noh Muhamadiyah jarang bikin statement yg bikin gaduh umat tp berkontribusi besar dlm pendidikan dan kesehatan  ..bukannya kalian yg suka nuduh yg engga sepaham radikal” Tulis akun Twitter @Emimamutuch.

PBNU Sebut Penganut Wahabi dan Salafi Sering Menyebut Kelompok Lain Sesat dan Kafir, Netizen: Cuma Ormas Ini yang Merasa Paling Benar
Cuitan Netizen @Emimamutuch

Pengguna Twitter lain bernama @jws900 turut memberikan pendapatnya, ia mengatakan jika PBNU harus membuktikan jika paham Wahabi dan Salafi suka mengkafirkan.

“Buktikan saja kalo emang Wahabi-Salafi suka mengkafirkan orang Bang NU wkwk, kalo salah berani minta maap gak nih? Yihihihi” Tulis akun Twitter @jws900.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut aliran Wahabi dan Salafi tidak cocok di Indonesia.

Mahfud meminta NU dan Muhammadiyah menjaga masjid. Dia beralasan tak sedikit paham keagamaan yang tak sesuai nilai-nilai keagamaan Indonesia.

“Jangan sampai NU dan Muhammadiyah kehilangan masjid-masjid dan tempat peribadatan yang sudah kita bangun dengan wasatiyah Islami selama ini,” kata Mahfud dalam acara Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah ‘Menjaga Kedaulatan NKRI’ dilansir dari CNN Indonesia.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.