Nicho Silalahi: Reuni 212 Bukan Hanya Milik Umat Islam Saja, Tapi Juga Milik Seluruh Rakyat yang Ingin Tegaknya Keadilan

Terkini.id, Jakarta – Aktivis dan pegiat media sosial, Nicho Silalahi kembali menunjukkan dukungannya terhadap rencana  Reuni 212 yang akhir-akhir menjadi kontroversi.

Ia mengatakan bahwa reuni 212 bukan hanya milik umat islam saja, tapi juga milik seluruh rakyat yang ingin tegakkan keadilan.

“Woi Reuni 212 bukan hanya milik umat Islam saja,” kata Nicho Silalahi melalui akun Twitter pribadinya pada Minggu, 28 November 212.

Baca Juga: Heboh! Nicho Silalahi Sebut Kominfo Sebagai Spesialis Tukang Lihat Bokep...

“Tapi Reuni 212 juga milik seluruh rakyat yang ingin tegaknya KEADILAN. Maka mari kita GasPol,” sambungnya.

Dalam cuitannya tersebut, Nicho Silalahi menggunakan tagar dukungan terhadap pelaksanaan Reuni 212, yakni “Reuni 212 Pemersatu Rakyat”.

Baca Juga: Nicho Silalahi Singgung Pernyataan Maruf Amin Soal Penduduk Surga: Gimana...

Ditelusuri Terkini.id, pengarang cerita dan karikatur, Sutan Mangara nampak sepakat dengan pernyataan Nicho Silalahi tersebut.

Menanggapi Sutan Mangara, Nicho Silalahi membalas, “Kita lawan fraiming busuk kau jahanam.”

Sutan kembali membalas bahwa jika Nicho bersemangat ikut, maka ia memastikan juga akan berangkat ke jakarta untuk mendukung Reuni 212.

Baca Juga: Nicho Silalahi Singgung Pernyataan Maruf Amin Soal Penduduk Surga: Gimana...

Hal itu dibalas Nicho Silalahi dengan,” Mantaf jiwa Lae. Kita ketemu Di lapangan.”

Ia juga memberikan semangat sebab menurutnya, perjuangan panjang yang berat ini harus dipikul bersama.

Sebagaimana diketahui, rencana Reuni 212 mengundang pro dan kontra dari berbagai pihak.

Di Twitter, beberapa kali muncul tagar yang mendukung maupun yang menolak reuni ini.

Pihak panitia Reuni 212 sendiri bersikukuh akan tetap melaksanakan Reuni 212 ini pada Desember 2021 mendatang.

Sementara, Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria meminta panitia reuni 212 untuk mempertimbangkan kembali rencana mereka. 

Alasannya, jangan sampai acara yang dihadirkan banyak orang itu akan menjadi klaster Covid-19.

“Jangan sampai niat melakukan reuni 212 nanti malah terjadi klaster baru,” kata Riza Patria pada Jumat, 26 November 2021, dilansir dari Tempo.

Bagikan