Makassar Terkini
Masuk

Nicho Silalahi: Giliran Polisi Tembak Polisi Seantero Negeri Bersuara Tapi Polisi Hajar Demonstran Korban Kalian Bully

Terkini.id, Jakarta – Aktivis Nicho Silalahi menyoroti kasus polisi tembak polisi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir J.

Menurut pandangan Nicho Silalahi, seantero negeri bersuara terkait insiden berdarah di rumah Sambo.

Namun, saat polisi mendiskriminasi demonstran, menurut Nicho Silalahi publik malah membully korban repsefif aparat.

Dia pun mengatakan Polisi hajar demonstran sampai babak belur hingga bunuh rakyat sipil seperti yang terjadi di tragedi KM 50 publik membully korban hingga mengucap rasa syukur.

Narasi sorotan Nicho Silalahi ini ditulis melalui cuitannya di media sosial Twitter yang dilihat pada, Minggu 14 Agustus 2022.

“Giliran Polisi Bunuh Polisi di rumah Polisi seantero negeri ini bersuara bahkan beritanya ga abis-abis, tapi giliran Polisi hajar demonstran hingga babak belur serta bunuhi rakyat sipil (KM 50) malah korban kalian Bully dan mengucap syukur, udah sakit jiwa kalian telor”, kata Nicho Silalahi.

Sebelumnya, Nicho Silalahi menjadi salah satu korban represif aparat saat melakukan demo. Aktivis ini mengalami luka pada bagian mulut hingga gigi depannya copot.

Dia lantas menyoroti aparat kepolisian dan meminta kepada Kapolri untuk mencopot aparat yang telah menghajarnya.

“Keren pak @ListyoSigitP sekalian donk polisi yang gebukin gue juga dicopot jabatannya, saat dilapangan gue lihat ada 2 orang AKBP, kalau ga salah sih Wakapolres dan Kabag ops, pindahkan aja mereka ke Papua biar mereka menghadapi KKB aja kalau brutal gitu dengan demonsgtran”, kata Nicho Silalahi.

Terkait sorotan Nicho Silalahi soal Polisi tembak Polisi, diwartakan sebelumnya, Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat tewas dalam insiden berdarah di Duren Tiga, rumah dinas Ferdy Sambo.

Publik pun dibuat geger dengan adanya temuan baru dari Polri terkait kasus penembakan Brigadir J tersebut.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga telah menetapkan tersangka utama yang menjadi otak pembunuhan Brigadir J, yakni mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo.

Tersangka dalam pembunuhan Brigadir J dikenanakan hukuman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Kendati demikian, terkait sorotan Nicho Silalahi, hingga berita ini diterbitkan, belum ditemukan tanggapan dari pihak kepolisian mengenai hal ini.