Noval Assegaf: Yang Benci Yaman Hanya Orang-Orang Pembenci Islam dan Pro Syiah

Noval Assegaf: Yang Benci Yaman Hanya Orang-Orang Pembenci Islam dan Pro Syiah

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Noval Assegaf menilai bahwa orang yang membenci Yaman hanyalah orang-orang pembenci Islam dan pro Syah.

“Yang benci Yaman hanya orang-orang pembenci Islam dan pro Syiah,” kata Noval Assegaf melalui akun Twitter pribadinya pada Rabu, 23 Maret 2022.

Ditelusuri Terkini.id di kolom komentar, pernyataan Noval Assegaf ini mengundang beragam respons netizen. Tak sedikit yang mengkritik pedas.

Beberapa netizen menyinggung bahwa Arab Saudi membenci dan terus memerangi Yaman.

“Ketahuan cerdasnya orang,” kata @alextham***.

Baca Juga

“Arab Saudi memerangi Yaman, terus Arab benci Islam gitu? Val, Noval..? Logikamu sesat,” kata @suhendra_t***.

Ada pula netizen yang spesifik menyinggung soal gempuran Arab Saudi di Ibu Kota Yaman, Sanaa pada tahun 2018 lalu.

Dilansir dari Tempo, jet tempur Arab Saudi menggempur kembali Sanaa pada Jumat malam 27 April 2018, waktu setempat.

Serangan ini mengakibatkan puluhan orang tewas dan luka-luka.

Menurut laporan televisi Arab Saudi, Al Ekhbariya, sebagaimana dikutip Al Jazeera, serangan udara yang dilancarkan pada Jumat itu menghajar gedung Kementerian Dalam Negeri Houthi menyebabkan lebih dari 50 pemberontak Houthi tewas, termasuk dua komandan pemberontak.

Serangan udara Arab Saudi tersebut dibenarkan oleh Houthi Yaman, tapi Sanaa tidak memberikan keterangan rinci.

“Sebuah gedung yang berdekatan dengan kantor Kementerian Dalam Negeri Houthi dihantam bom udara juga,” tulis Al Jazeera, Sabtu, 28 April 2018.

Sementara itu, dalam laporan terpisah, Al Jazeera mengatakan bahwa pertahanan udara Arab Saudi mengaku berhasil mencegat empat rudal yang ditembakkan Houthi ke Provinsi Jazan, di sebelah selatan Arab Saudi dekat perbatasan Yaman.

“Pemberontak Houthi menembakkan delapan rudal balistik ke arah Jazan dengan sasaran pusat perekonomian,” demikian bunyi siaran kantor berita Saba.

Adapun Militan Houthi meluncurkan rudal balistik ke Arab Saudi, 25 Maret 2018.

Pertahanan udara Arab Saudi menembak jatuh tujuh rudal yang melintas di atas langit dari Yaman.

Pada tahun 2018 tersebut, perang antara Houthi melawan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi telah memasuki tahun keempat dan belum ada tanda-tanda berakhir.

Adapun pemberontak Houthi dan pemerintah Yaman telah bertempur sejak 2004, tetapi pertempuran sebatas di kawasan miskin utara Provinsi Saada yang menjadi basis pertahanan Houthi.

Dalam perang tersebut, Houthi mendapatkan dukungan dari Iran. Sedangkan, pemerintah Yaman disokong oleh Arab Saudi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.