Terkini.id, Jakarta – Novel Bamukmin selaku PLT Wakil Ketua PA 212 mengecam tindakan seorang guru yang menghina Habib Rizieq Shihab di Twitter.
Guru yang melakukan penghinaan terhadap Habib Rizieq Shihab diketahui Bernama Eni Rohaeni. Meski telah menyampaikan permintaan maafnya, Novel Bamukmin meminta kasus penghinaan terhadap HRS diproses secara hukum.
Permintaan Novel Bamukmin untuk memproses kasus ini ke jalur hukum dimaksudkan agar kasus seperti ini tidak lagi terjadi, sehingga dengan adanya proses hukum, maka menurut Novel para buzzer akan mendapat efek jerah dan tidak lagi membuat gaduh.
Novel Bamukmin menilai bahwa Eni Rohaeni merupakan salah satu korban Buzzer yang kerap menyebar hoaks dan ujaran kebencian.
“Ibu Eni Rohaeni adalah bagian dari korban para BuzzerRp yang selalu menyebarkan berita hoaks dan kebencian”, kata Novel Bamukmin, dikutip dari laman JPNN.Com, Minggu 3 Juli 2022.
- PA 212 Tolak Konser Coldplay, Novel Bamukmin: Kalau Nekat, Kita Blokir Lokasi!
- PA 212 Laporkan Budi Dalton ke Polisi Usai Sebut 'Miras' Minuman Rasulullah
- Novel Bamukmin Sebut Islam Mengharamkan Wanita Jadi Presiden
- Novel Bamukmin Soroti Dugaan Kejahatan Heru Budi Hartono Ketika Ahok Jadi Gubernur
- Sikapi Pernyataan Habib Husin Soal KM 50, Wasekjen PA 212: Ungkapan Basi, Tidak Laku produkBuzzerRp!
Meski Eni Rohaeni telah meminta maaf melalui sebuah video yang diposting di media sosial Twitter, namun menurut Novel Bamukmin proses hukum harus tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Ibu Eni Rohaeni sepantasnya harus proses hukum agar ada efek jera sampai kepada BuzzerRp”, sambung Novel.
Menurut Novel Bamukmin, proses hukum adalah cara yang tepat untuk memberikan efek jera kepada para Buzzer yang kerap kali mengadu domba rakyat Indonesia.
“Kalau tidak proses hukum, para BuzzerRp akan terus membuat gaduh dan membuat adu domba sesama rakyat Indonesia”, Ujar Novel Bamukmin.
Sebelumnya, Eni Rohaeni melalui cuitannya di media sosial Twitter menuliskan kalimat yang dinilai menghina HRS dengan menyebutkan bahwa HRS tak lagi terima Upeti dari diskotik.
Dari kalimat cuitannya itu, Eni Rohaeni pun mendapat kecaman publik karena dinilai telah melakukan penghinaan terhadap HRS.
“Soalnya si rizik sdh kagak terima upeti lagee dari diskotek itu”, cuit Eni Rohaeni @pd_edi.

Dengan viralnya cuitannya itu, Eni Rohaeni pun lantas membuat sebuah video permintaan maaf kepada HRS dan pendukungnya.
Dia mengakui bahwa dia telah melakukan kesalahan dengan membuat cuitan yang tidak pantas untuk HRS dan telah menyinggung para pengikut HRS.

“Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh, saya Eni Rohaeni ingin meminta maaf kepada bapak ustadz Habib Rizieq dan para pengikutnya atas cuitan saya di Twitter yang tidak pantas. Ini murni kesalahan saya. Sekali lagi saya mohon maaf dan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Saya mohon maaf dibukakan pintu maaf dan saya akhiri dengan Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh”, kata Eni Rohaeni dalam video permintaan maafnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
