Terkini.id, Jakarta – Politikus PDIP, Dewi Tanjung mengomentari pernyataan Novel Bamukmin yang menyebut penangkapan terhadap Mantan Pentolan FPI Munarman merupakan permainan Komunis.
Dewi Tanjung lewat cuitannya di Twitter, Minggu 2 Mei 2021, menilai tinggal menunggu waktu Novel Bamukmin juga ikut ditangkap aparat kepolisian.
“Si Ompong Nunggu Giliran neeehh. Tunggu aja pengen tahu gaya manusia ini kalo di Tangkap Polisi,” cuit Dewi Tanjung.
Menurut kader PDIP ini, bukan hal yang tak mungkin Novel Bamukmin juga ikut ditangkap lantaran membela Munarman.
“Apa sih yang ngga mungkin Terjadi apalagi kalo Nyai Udah Bosen liat dia di Luar Penjara,” tuturnya.
- PA 212 Tolak Konser Coldplay, Novel Bamukmin: Kalau Nekat, Kita Blokir Lokasi!
- PA 212 Laporkan Budi Dalton ke Polisi Usai Sebut 'Miras' Minuman Rasulullah
- Novel Bamukmin Sebut Islam Mengharamkan Wanita Jadi Presiden
- Novel Bamukmin Soroti Dugaan Kejahatan Heru Budi Hartono Ketika Ahok Jadi Gubernur
- Sikapi Pernyataan Habib Husin Soal KM 50, Wasekjen PA 212: Ungkapan Basi, Tidak Laku produkBuzzerRp!
Ia pun meminta aparat kepolisian agar segera menangkap Koordinator Humas Persaudaraan Alumni (PA) 212 tersebut.
“Kudu langsung di Tangkap,” ujar Politisi PDIP yang akrab disapa Nyai ini.
Dalam cuitannya itu, Dewi Tanjung juga menyertakan foto tangkapan layar pemberitaan berjudul ‘Soal Penangkapan Munarman, PA 212: Permainan Komunis’.
Mengutip Republika.co.id, Novel Bamukmin merasa heran atas perlakuan polisi terhadap Eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman.
Menurutnya, penangkapan terhadap Munarman bertentangan dengan asas hukum dan HAM. Kemudian, kata Bamukmin, Munarman juga belum diizinkan menemui tim kuasa hukum lantaran terjerat kasus terorisme.
“Saya rasa semua juga heran kenapa Munarman dilakukan seperti itu. Yang jelas Munarman sebagai punggawa hukum yang kami selalu dituntun agar mengedepankan langkah hukum ketimbang ambil langkah main hakim sendiri,” kata Novel Bamukmin.
Novel Bamukmin pun menduga penangkapan Munarman merupakan permainan Komunis lantaran adanya kongkalikong di level elit. Padahal, kejadian yang menjeratnya sudah lewat bertahun-tahun lalu.
“Dengan iklim politik yang tidak sehati akhirnya Munarman jadi korban kepentingan politik yang diduga permainan komunis,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
