Terkini.id, Jakarta – Salah satu pegawai KPK yang dinonaktifkan, Novel Baswedan mengungkapkan pertanyaan yang ada pada tes wawasan kebangsaan (TWK) KPK.
Seperti yang diketahui bahwa TWK merupakan salah satu dari serangkaian proses alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Penyidik Senior KPK itu mengatakan bahwa ada beberapa pertanyaan yang dinilai janggal baginya.
Ia pun secara terang-terangan membeberkan pertanyaan yang dinilai tak masuk akal baginya.
Mulai dari memilih kitab suci agama atau Pancasila, hingga kesediaan pegawai wanita KPK untuk melepas hijab.
- Polri Cegah Korupsi di Bidang Infrastruktur di Sulawesi Selatan
- Misteri Pelarian Harun Masiku: Novel Baswedan Sebut Pimpinan KPK Tak Sungguh-sungguh Mencari
- Pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan Soal OTT KPK Tuai Berbagai Tanggapan
- Presiden Jokowi Sayangkan Pemecatan Novel Baswedan dari KPK: Biar Ada yang Takut
- Novel Baswedan Kecewa, 2 Eks Pegawai KPK Jadi Kuasa Hukum Ferdy Sambo
Novel mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan tersebut kepada Karni Ilyas dalam video yang diunggah di kanal YouTube Karni Ilyas Club, Sabtu 22 Mei 2021.
Novel awalnya mengatakan bahwa dirinya tak mendapatkan pertanyaan janggal tersebut namun berbeda dengan beberapa pegawai lainnya.
“Saya tidak pernah ditanya hal-hal yang terlalu menyerang karena mungkin penanya sungkan,” ujar Novel, dikutip dari Suara, Minggu 23 Mei 2021.
“Tapi kepada kawan yang lain, ditanya hal-hal yang sedikit menyerang kepentingan beragama, menyerang hal terkait sikap,” lanjutnya.
Ia kemudian membahas pertanyaan yang menanyakan yang ditujukan pihak KPK kepada pegawai wanita soal jilbab.
“Contohnya bagaimana kamu, perempuan ya ini, harus buka jilbab. Ini sesuatu yang gak mungkin ada di TWK soal hal semacam itu,” tuturnya.
Menurut Novel, apabila pegawai wanita menolak maka dinilai egois karena mementingkan hal personal dibandingkan negara.
“Dikatakan kalau tolak disebut egois, mementingkan kepentingan sendiri dibanding negara,” jelasnya.
Tak hanya itu, salah satu pertanyaan yang dinilainya janggal yakni beberapa pegawai diminta memilih manakah yang lebih baik kitab suci atau Pancasila, ideologi negara.
“Dibilang lagi gimana kalau kitab suci dengan Pancasila lebih baik mana. Mana yang lebih baik atau dipilih,” jelas Novel.
“Kan itu bukan dikotomi yang harus dipertentangkan. Dan kita semua paham tidak seperti itu hal yang terjadi,” imbuhnya.
Novel juga membocorkan pertanyaan lainnya yang di mana banyak pegawai dipertanyakan mengenai status kelajangan atau kawinnya.
“Oleh karena itu, kawan-kawan ambil sikap melaporkan ke Komnas Perempuan dan Komnas HAM agar melakukan investigasi soal itu,” pungkasnya.
Menanggapi penjelasan Novel, Karni Ilyas selaku pemilik kanal Youtube tersebut mengatakan bahwa pertanyaan tes TWK KPK sangat berlebihan.
“Over sekali kalau tanya lebih pilih kitab suci atau Pancasila,” timpal Karni Ilyas.
Sebagai informasi, 75 pegawai KPK dinyatakan tak lulus TWK hingga akhirnya diputuskan untuk dinonaktifkan.
Keputusan pihak KPK ini pun mengundang sorotan publik mulai dari yang pro dan kontra akan keputusan tersebut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
